Gubernur Minta Baitul Mal Buat Terobosan Baru

Gubernur Minta Baitul Mal Buat Terobosan Baru

GEMA JUMAT, 17 NOVEMBER 2017

Banda Aceh (Gema)

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta Baitul Mal se-Aceh melahirkan terobosan-terobosan baru dalam pemberdayaan umat melalui dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS).

Harapan itu disampaikannya gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Plt Kepala Baitul Mal Aceh Zamzami Abdulrani saat membuka Rapat Kerja (Raker) Baitul Mal Kabupaten/kota se-Aceh tahun 2017, Rabu (15/11)  di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh.

“Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupatan/kota bertanggungjawab atas pengelolaan dana umat ini. Oleh karena itu pelaksanaannya harus beriringan antara ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan,” ujar gubernur.

Gubernur Aceh mengapresiasi kinerja Baitul Mal yang terus menunjukkan kemajuannya. Pada 2016, awalnya pemerintah menargetkan penerimaan Aceh dari sumber zakat sebesar Rp25 milyar. Namun dalam  Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Aceh tahun 2016, Baitul Mal Aceh berhasil mengumpulkan zakat mencapai 27,97 miliar.

“Jumlah capaian penerimaan zakat ini 12 persen lebih besar dari yang ditargetkan. Sedangkan khusus pendapatan infaq dan sedekah mencapai 22,45 miliar,” tandasnya.

Meskipun demikian, katanya Baitul Mal masih memiliki Pekerjaan Pumah (PR) yang lebih besar yaitu menggenjot penerimaan agar mencapai potensi zakat  berdasarkan penelitian sebesar 1,4 trilliun. Karenanya, kehadiran Baitu Mal harus dapat menjadi motor bagi pengumpulan dan penyaluran dana umat yang lebih koordinatif di Aceh.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, T Sulaiman SE mengatakan tujuan rapat kerja tahun ini, pertama untuk melakukan koordinasi dengan Baitul Mal se-Aceh dan meningkatkan pemahaman program dan kegiatan Baitul Mal se-Aceh.

Selain itu juga bersama Baitul Mal se-Aceh akan menyusun pedoman/panduan bagi Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal se-Aceh dalam menyusun program pendayagunaan ZIS serta menetapkan target keberhasilan Baitul Mal se-Aceh tahun 2018.

Acara berlangsung selama tiga hari mulai Rabu 15-17 November 2017 di Grand Arabia Hotel Blang Padang. Para peserta yang hadir yaitu Kepala Badan Pelaksana dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten/kota se-Aceh.

“Sedangkan untuk materi diisi oleh pemateri dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan dari lokal itu sendiri. Sedangkan materinya seputar strategi dan sinergisitas Pemerintah Aceh dalam penanggulangan kemiskinan,” tandasnya.

Raker yang mengankat tema “Zakat Berdayakan ummat “ juga membahas terkait format pendistribusian zakat untuk penganggulangan kemiskinan perspektif syariah.[rel/marmus]

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.