Halalan Thayyiban

Halalan Thayyiban

GEMA JUMAT, 24 NOVEMBER 2017

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. (QS Al-Maidah: 88)

Secara etimologi kata halal berasal dari halla-yahullu-hallan wa halalan wa hulalan yang berarti melepaskan, menguraikan, membubarkan, memecahkan, membebaskan dan membolehkan.

Sedangkan secara terminologi, kata halal mempunyai arti hal-hal yang boleh dan dapat dilakukan karena bebas atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya. Atau segala sesuatu yang bebas dari bahaya duniawi dan ukhrawi. (Mu’jam Mufradat Alfadh al-Qur’an al-Karim, al-Raghib al-Isfahani).

Dalam Al-Qur’an, kata halal disebutkan untuk menjelaskan beberapa permasalahan seperti masalah muamalah, kekeluargaan, perkawinan dan terkait dengan masalah makanan/ minuman ataupun rezeki.  Adapun kata thayyiban atau thayyib  menunjukkan sesuatu yang benar-benar baik, suci, bersih dan aman untuk kesehatan.

Di pasaran, boleh jadi banyak makanan yang memang halal namun belum tentu thayyiban. Atau sebaliknya secara kasat mata bersih dan aman dikonsumsi secara medis, namun tidak halal dikonsumsi secara agama. Contoh daging ayam yang dimasak dengan rasa lezat, namun tidak  halal dimakan karena cara sembelihnya tidak benar menurut syar’i.  Oleh karena itu dua kata halal dan thayyib harus terpenuhi dalam unsur produk yang dikonsumsi dan dipakai sehari-hari, seperti sabun mandi, handbody, odol dan sebagainya sehingga kita aman dari pandangan agama dan juga dari dimensi lain.

Dalam hadits Qudsi Allah Ta’ala menjelaskan, “Sesungguhnya semua harta yang Aku anugerahkan kepada hamba-hamba-Ku adalah halal bagi mereka dan Aku menciptakan hamba-hamba-Ku itu cenderung kepada kebenaran (kebaikan). Kemudian datanglah kepada mereka syaitan-syaitan, lalu mereka menyesatkan mereka dari agama mereka dan mengharamkan atas mereka apa yang telah Kuhalalkan bagi mereka.” (HR Muslim).

Dengan demikian sebagai orang yang beriman,kita harus ekstra hati-hati terhadap makanan/ minuman dan produk-produk lain yang dipakai sehari-hari, jangan sampai mengandung unsur haram atau tidak halal. Pelabelal halal di kemasan produk harus dikontrol setiap saat oleh yang berwenang agar ummat tidak rugi dan dirugikan.

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.