RISALAH TAUHID: WASIAT NABI KEPADA KETURUNANNYA

RISALAH TAUHID: WASIAT NABI KEPADA KETURUNANNYA

 

GEMA JUMAT, 24 NOVEMBER 2017

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

 

Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya

(Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang orang yang berbuat baik (QS. al- An’am ayat 84).

Al-Quran memberikan informasi tentang perjuangan para nabi untuk menegakkan kalimah tauhid dan mewasiatkan kebenaran sampai kepada keturunan-keturunannya. Konsep tersebut tetap murni meski para nabi dan rasul silih berganti wafat. Namun yang menarik dari konsep tauhid ini adalah bahwa adanya semacam ‘perjanjian’ untuk terus menghidupkan nafas tauhid dengan menanyakan keyakinan anak dan generasi penerusnya.

Dengan demikian dapat kita simpulkan, kekhawatiran terbesar para nabi dan rasul adalah nasib risalah rabbaniyah dan ketauhidan anak cucu dan generasi penerusnya. Keteladanan tersebut ditegaskan dalam al-Qur’an. Allah swt memperkenalkan ‘profi l-profi l’ nabi yang memiliki perhatian besar terhadap risalah, baik dari segi substansi maupun orang yang mengembannya. Profi l sebagian nabi dan rasul yang disebutkan antara lain nabiyullah Ishak, Yakub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa dan Harun. Mereka adalah deretan nabi yang berpandangan jauh untuk dakwah tauhid, sehingga mereka merasa prihatin terhadap tauhid generasi penerusnya.

Mari kita berkaca kepada kehidupan kita, apakah keteladanan untuk mewasiatkan putra-putri kita dengan kebenaran agama pernah terbayang pada pikiran kita? Namun yang terjadi adalah bayangan kemegahan tauhid dengan pembangunan dan pembinaan yang bersifat material, seperti membangun masjid, dayah, pesantren dan lembaga-lembaga keagamaan lainnya. Namun pernahkah kita risau memikirkan, apakah anak cucu kita akan memakmurkan mesjid, apakah mereka akan menyesaki lembaga-lembaga pengajian keagamaan? Ini adalah perkara sehari-hari yang perlu kita pikirkan sebelum sampai kita pada sebuah agenda besar umat Islam; siapakah yang akan menegakkan tauhid di muka bumi…? Mudah-mudahan kita adalah generasi yang selalu memikirkan generasi penerus kita dalam ketauhidan dan kebenaran Islam. amiin yaa rabbal alamin.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.