Keteladanan Rasulullah

Keteladanan Rasulullah

 

GEMA JUMAT, 01 DESEMBER 2017

Oleh H. Basri A. Bakar

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada- Nya”. (QS Al-Maidah: 88)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al Alzab : 21)

Hari ini betepatan dengan 12 Rabi’ul Awal 1439 H, miladnya Rasulullah SAW. Setiap kita memperingati hari lahirnya beliau, semakin kita mengenang betapa Rasulullah sosok manusia paripurna yang menjadi teladan bagi ummat manusia. Keteladanan tersebut berlaku di semua lini kehidupannya, tidak hanya setelah beliau diangkat kehidupannya, tidak hanya setelah beliau diangkat sebagai seorang Nabi dan Rasul pada usia empat puluh tahun, tetapi keteladanan tersebut telah ada sebelum kerasulannya.

Dalam diri Rasulullah telah terdapat nilai keteladanan yang sangat agung. Salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan sahabat dan masyarakat ketika itu adalah nilai keteladanan. Dalam hidupnya, Rasulullah banyak memberikan keteladanan (uswah) dalam mendidik sahabatnya. Sesuai seperti hadis beliau bahwa salah satu tujuan Rasulullah diutus ke muka bumi adalah untuk meluruskan akhlak manusia.

Rasulullah SAW sebagai Nabi terakhir pembawa risalah merupakan manusia yang sangat terpuji, bahkan namanya menjadi pertama bagi orangorang yang mampu mengubah dunia. Di dalam diri Rasulullah juga terdapat nilai-nilai keteladanan yang dapat menjadi benchmark seluruh umat manusia tertuang dalam 4 sifat wajib Rasulullah, yaitu shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Beliau dihormati oleh teman dan disegani oleh lawan. Beliau tidak pernah mementingkan diri sendiri tetapi untuk ummat.

Oleh karena itu ajaran beliau sampai saat ini menjadi bahan kajian termasuk non muslim sehingga Rasulullah wajar disebut sebagai manusia paripurna. Banyak orang Yahudi masuk Islam karena akhlak dan keteladanan beliau yang memberikan perhatian dan tidak diskriminatif kepada siapapun. Semoga dalam kita memperingati kelahiran beliau, dapat kita mencontoh dan mengikuti jejak beliau untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.