Mulid Rasul SAW Momentum Revolusi Akhlak

Mulid Rasul SAW Momentum Revolusi Akhlak

 

GEMA JUMAT, 08 DESEMBER 2017

Oleh: Sayed Muhammad Husen

Ummat Islam Aceh memperingati maulid Rasulullah SAW hingga 100 hari. Setiap Rabiul Awal dijadikan momentum

untuk merefl eksikan totalitas sunnah Rasulullah SAW, sebagai pribadi agung. Dengan berbagai cara, ummat Islam merayakan kebesaran Rasulullah SAW dan kelengkapan ajaran yang disampaikan baginda Rasul. Bahkan, pada kesempatan maulid, kita mengevaluasi, apakah perjalanan hidup ini telah sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

 

Rasulullah SAW dalam dakwahnya yang utama adalah revolusi akhlak. Sejak baginda Rasul menunjukkan akhlak yang baik, pribadi terpuji dan teladan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Sepanjang hidup baginda Rasul sebagai manusia biasa dan Rasulullah SAW telah menawarkan kearifan, keperkasaan dan kesempurnaan kepribadian, sehingga disegani lawan dan menjadi referensi sepanjang zaman. Akhlak baginda Rasul adalah kekuatan perubahan.

Revolusi akhlak yang dilakukan Rasulullah SAW bukan hanya slogan dan kata-kata. Rasulullah SAW telah mengubah cara pandang dan sistem sosial masyarakat jahiliyah dengan sistem tauhid dan “action” (tindakan nyata). Dengan tauhid, Rasulullah SAW menafi kan kesyirikan, thaghut dan penghambaan terhadap manusia. Tauhid menghapus feodalisme. Rasulullah SAW juga mempraktekkan tauhid itu dalam kehidupan nyata di Mekkah dan Madinah, dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan bernegara.

Lalu, apa pentingnya kita mengulangi lagi revolusi akhlak. Bukankah kehidupan kita sudah semakin jauh dari

keteladanan, kemanusiaan dan kearifan. Kita semakin jarak dengan kepribadian unggul, kesantunan dan “keberkahan”

dalam berkata-kata. Kita semakin akrab dengan kekerasan, kekasaran dan kesombongan. Sistem sosial kita semakin mudah menerima keserakahan, sifat “animal” dan kesetanan lainnya. Media kita pun lebih banyak menulis dan menyiarkan akhlak buruk dibandingkan akhlak mulia.

Karena itu, cukup beralasan jika peringatan Maulid Rasulullah SAW tahun ini kita kembali meneguhkan tekad untuk menata akhlak bangsa ini dalam semua aspek kehidupan. Kita bisa memulai dari perbaikan akhlak pribadi, akhlak dalam keluarga dan akhlak bermasyarakat. Saatnya pula kita gali ajaran Rasulullah SAW untuk memperbaiki akhlak sosial, akhlak terhadap lingkungan hidup dan akhlak dalam bernegara. Termasuk akhlak pergaulan global.

Patut dicatat, bahwa sumber akhlak adalah tauhid. Justru dengan komitmen tauhid melahirkan pribadi, masyarakat dan negara yang berakhlak mulia.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.