Nabi Akhir Zaman

Nabi Akhir Zaman

GEMA JUMAT, 08 DESEMBER 2017

Oleh H. Basri A. Bakar

“Muhammad bukanlah ayah salah seorang dari orang-orang (lelaki) kamu, melainkan dia itu utusan Allah dan penutup para Nabi. Dan Allah senantiasa Yang Maha-tahu akan segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab: 40)

Nabi Muhammad SAW adalah Rasul akhir zaman, dicintai oleh umatnya karena memiliki sifat-sifat terpuji, agung dan mulia.  Keagungan dan kemuliaannya sebagai Nabi akhir zaman sudah diketahui oleh para Nabi sebelumnya.  Semua bercita-cita ingin menjadi umat Nabi Muhammad SAW.  Kelahiran Rasulullah ternyata sudah diberitahukan sejak zaman Nabi Musa dalam kitab Taurat, Nabi Isa dalam kitab Injil dan Nabi Daud dalam kitab Zabur.

Nabi Muhammad SAW juga dinyatakan Allah sebagai penutup para nabi (khaataman Nabiyyin). Dalam syariat Islam bahwa status kenabian telah berakhir setelah Muhammad, sesuai firman Allah dalam Al Ahzab ayat 40. Kemudian ada hadits yang selaras dengan surat Al-Ahzab di atas, “…dan adalah nabi terdahulu diutus kepada kaumnya secara khusus, sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia”. Umat Muslim meyakini bahwa garis kenabian yang telah diutus oleh Allah berakhir dengan datangnya Muhammad SAW dan mereka meyakini pula bahwa mereka menerima wahyu terakhir dalam bentuk yang dijadikan satu, disebut Al Quran.

Ada pula pendapat ulama yang memberi makna kesempurnaan, karena sejak Adam a.s sampai sekarang sudah ribuan Nabi diturunkan ke dunia. Dalam hal ini Rasulullah SAW telah mencapai ketinggian dan martabat kenabian yang paling tinggi, yang tidak bisa ditandingi oleh manusia lainnya. Dengan demikian Islam sudah sangat sempurna,sehingga tidak perlu lagi diturunkan nabi sesudah Muhammad SAW.

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.