Ekonomi Daerah Dipengaruhi Aktifitas Ekonomi Kaum Perempuan

Ekonomi Daerah Dipengaruhi Aktifitas Ekonomi Kaum Perempuan

GEMA JUMAT, 15 DESEMBER 2017

Banda Aceh (Gema)

Aktivitas dan keterlibatan kaum perempuan dalam bidang ekonomi diyakini dapat membangkitkan geliat perekonomian daerah. Oleh karena itu butuh dukungan banyak pihak untuk memberi penyadaran bagi perempuan Aceh agar memahami dunia kewirausahaan dalam rangka mendukung penguatan ekonomi keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Sidan Nafi SH MH, membacakan sambutan tertulis Guberur Aceh Drh Irwandi Yusuf, M Sc, saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi pengelolaan keuangan bagi perempuan Aceh atau Financial Literacy for Aceh Woman, di ACC Sultan Selim, Rabu (13/12).

“Kalau saja 30 persen dari jumlah perempuan Aceh aktif dalam bidang ekonomi, geliat ekonomi daerah kita pasti berkembang pesat. Kalaupun tidak terlibat dalam kegiatan ekonomi di lapangan, setidaknya perempuan harus memiliki pemahaman tentang mengatur keuangan agar ia mampu memberi pengaruh bagi penguatan dan perencanaan ekonomi keluarga,” ujar Saidan Nafi.

Saidan Nafi mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Aceh tahun 2016 menunjukkan 52 persen dari 5,1 juta orang penduduk Aceh adalah perempuan. Dari jumlah itu, diperkirakan perempuan yang memiliki keterampilan dalam pengelolaan keuangan hanya sekitar 15 persen.

”Angka ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan laki-laki yang mencapai 27 persen. Perempuan Aceh cenderung dalam kontrol laki-laki dalam bidang keuangan, sehingga menyebabkan aktivitas perempuan Aceh dalam bidang ekonomi masih sangat rendah,” kata Saidan Nafi.

Mantan Kepala BNN Aceh itu mengungkapkan, minimnya keterlibatan perempuan dalam bidang ekonomi ini tidak semata terjadi di Aceh, tapi terjadi di seluruh wilayah Indonesia lainnya. Oleh karena itu, pemerintah Aceh sangat mendukung gagasan Kemendag RI, OJK, Kemen PPPA, termasuk PT Prudential Life Assurance, untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang pengelolaan keuangan bagi perempuan.

“Kita pantas bersyukur, sebab langkah sosialisasi ini juga diselenggarakan di daerah kita dengan melibatkan organisasi perempuan dan pegiat ekonomi lokal. Oleh karena itu, kami menghimbau agar kegiatan pembelajaran ini dapat dimanfaatkan oleh para perempuan Aceh agar bisa mendapatkan pengetahuan yang baik tentang pengelolaan keuangan.”

“Dengan demikian perempuan Aceh tidak hanya mampu mengambil keputusan dalam bidang keuangan, tapi juga siap tampil sebagai perempuan yang bisa memanfaatkan peluang ekonomi yang ada di sekitar kita,” sambung Saidan Nafi. (marmus)

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.