Palestina Tanggung Jawab Semua Bangsa

Palestina Tanggung Jawab Semua Bangsa

GEMA JUMAT, 15 DESEMBER 2017

Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pengumuman itu disampaikannya lewat sebuah pidato di Gedung Putih. Muncul sejumlah reaksi dan kecamanan dari tokoh dam pemimpin dari berbagai negara.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan tegas menolak pengumaman Trump. Abbas menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibu kota abadi Palestina. Di Republik Islam Iran, media Pemerintah Iran mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri melaporkan Teheran “secara serius mengutuk” keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalemdan menganggap hal itu melanggar resolusi internasional.

Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres mengatakan, tidak ada alternatif lain selain solusi dua negara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.”Saya akan melakukan segalanya dengan kekuatan saya untuk mendukung para pemimpin Israel dan Palestina untuk kembali ke perundingan yang berarti,” kata Guterres sebagaimana dikutip sejumlah media.

Begitu pula, Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyesali keputusan sepihak Trump dan Prancis tidak mendukungnya. Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan keputusan Trump mengancam proses perdamaian dan stabilitas wilayah tersebut. Di negeri dua benua Turki, setelah pengumuman Trump keluar, para pengunjuk rasa langsung berkumpul di luar kantor diplomatik AS di Istanbul.
Ketua Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh, Ustaz Arif Ramdhan MA berpendapat, Donald Trump telah membuat emosi kaum muslimin dunia. Menurutnya, ini menjadi awal tumbuhnya kesadaran muslimin semesta tentang wajibnya merebut Al Aqsha dan tanah Palestina yang dijajah.

Katanya, tindakan Trump tidak hanya menganggu harmoni Timur Dan Barat yang sedang dibangun selama ini untuk kedamaian dunia, tetapi juga mencerminkan rapuhnya  konsep demokrasi yang dikampanyekan Barat selama ini.

”Percayalah, penduduk dunia sedang bergerak kepada kesadaran kolektif tentang pentingnya kesatuan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam dan muslimin,” ujarnya penuh optimis.

Arab Harus Bertanggung Jawab

Sekretaris Pengurus Wilayah Bakomubin Provinsi Aceh,Teuku Zulkhairi MA, berpandangan, masalah besar yang dihadapi dunia Islam saat ini adalah pengkhianatan negeri-negeri Arab terhadap Yerusalem. Padahal, Baitul Maqdis di Yerusalem adalah simbol peradaban umat Islam dan merupakan satu dari tiga tempat suci umat Islam.

Israel itu diketiak negara-negara Arab. Tapi negara-negara Arab lebih suka menjadi budak-budak Israel ketimbang membela kemuliaan Islam dan muslim.

”Kita paham bagaimana Mesir di bawah rezim kudeta membuat umat Islam di Gaza begitu menderita. Kita paham peran Uni Emirat Arab yang dan Arab Saudi dalam kudeta di Mesir terhadap pemimpin yang pro Palestina,” sambungnya.

Alangkah sedihnya, Arab Saudi yang justru menawarkan wilayah Abu Dis sebagai Ibu Kota Palestina, yang artinya Saudi menyetujui kebijakan Donald Trump menetapkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sehingga berdampak pada pengambilan total Masjidil Aqsha oleh Israel.

Arab Saudi juga tidak mengirimkan perwakilannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Istanbul. Jadi, jelas sekali Arab Saudi berada di sisi Israel dalam kasus Yerusalem. Banyak juga pengamat yang menyimpulkan bahwa seandainya bukan atas persetujuan negara-negara, maka Donald Trump tidak akan berani menetapkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Marwidin Mustafa

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.