Bencana dan Kesiapsiagaan Kita

Bencana dan Kesiapsiagaan Kita

GEMA JUMAT, 22 DESEMBER 2017

Awal Januari 2016 lalu, dua peneliti dari Jepang, Prof Suzuki Tomoji dan Prof Masaru Arakida berkesempatan berbicara soal tsunami dan mitigasi di Aula Bappeda Meulaboh, Aceh Barat. Kedua pakar dari Jepang tersebut menyatakan, Aceh diharapkan menjadi model untuk mitigasi bencana tsunami. Sehingga jika tsunami datang, maka diharapkan warga dapat selamat dari musibah tersebut.

Menurutnya, yang paling ideal dalam menghindari bila gempa disusul tsunami adalah penduduk tidak tinggal di sekitar pinggir laut. “Namun upaya lain adalah bagaimana menyelamatkan diri. Informasi itu didapati dengan pengetahuan, sumulasi sehingga selamat,” katanya.

Profesor Jepang ini mengaku, bencana tsunami berpotensi kembali datang, demikian juga di Jepang sudah beberapa kali terjadi. Namun, perbedaan tsunami Aceh dengan Jepang pada dasar sama. “Di Jepang banyak yang selamat warganya karena pengetahuan, tapi Aceh tidak tahu sehingga saat gempa menjadi korban,” katanya sebagaimana dikutip media.

Menurut Undang Undang tentang Penanggulangan Bencana Nomor 24 Tahun 2007, defenisi bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Sedangkan mitigasi bencana menurut Undang Undang tersebut pasal 1 ayat (9) adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi bencana. Lalu bagaimana pandangan Islam terhadap bencana?

Sejak manusia pertama kali menghuni bumi, sejak saat itu pula manusia sudah berhadapan dengan fenomena alam yang berpotensi bencana. Hujan, panas, angin, gelombang, pergerakan bumi yang menimbulkan gempa dll adalah pendamping manusia dibumi ini.

Beberapa kisah  Nabi-Nabi Allah yang terdapat bencana di dalamnya dan terdapat upaya kesiapsiagaan, mitigasi bencana, dan peringatan dini serta rehabilitasi dan rekonstruksi. Semoga menjadikan kita inspirasi dalam kesiapsiagaan dan upaya pengurangan risiko bencana ketimbang merenungi nasib dan panik.

Kisah Nabi Yusuf dalam mempersiapkan musim kering dan kelaparan yang akan terjadi dengan menyiapkan segala logistik selama tujuh tahun untuk musim kering selama tujuh tahun setelah adanya warning atau peringatan, merupakan contoh bahwa Allah menyuruh kita untuk memitigasi bencana dan bersiaga. (QS Yusuf ayat 43 – 49).

Kisah yang lebih tua adalah kisah Nabi Nuh untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi bencana banjir besar di dunia. Nabi Nuh menyiapkan segala logistik, dan sarana untuk memitigasi bencana yaitu perahu besar. Juga membuktikan bahwa kita harus berusaha memitigasi bencana, karena bencana tidak semata-mata takdir yang tidak bisa ditolak.

Pimpinan Dayah Mishrul Huda Malikussaleh, Gampong Lamjamee, Kota Banda Aceh, Tgk Rusli Daud S.HI menjelaskan, bahwa bencana adalah suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.

Menurut Waled, dalam Alquran dinyatakan lahirnya bencana akibat dari tangan dan karena prilaku manusia itu sendiri. Dalam islam banyak dinyatakan tentang mitigasi bencana, baik bersifat khusus atau umum. Misalnya, dalam surat ali lmran ayat 200, bahwa islam sangat peduli dalam hal menanggapi bencana.

Ditanya tentang kesadaran masyarakat Aceh terhadap bencana alam, Ketua Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Banda Aceh ini kembali menjelaskan, kesadaran terhadap bencana sangat berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Artinya, kata Waled Rusli, banyak masyarakat yang hidup di era moderen saat ini, tidak memahami  sebuah bencana sebatas hukum alam biasa.

”Akan tetapi, pandangan mereka hanya sampai pada makhluk saja, belum sampai kepada khalik  sebagai pencipta.  Sehingga, mereka tidak bertambah taatnya setiap sebuah bencana datang,”pungkasnya. (marwidin)

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.