Imam Rawatib Spesialis Bedah Anak

Imam Rawatib Spesialis Bedah Anak

GEMA JUMAT, 22 DESEMBER 2017

Teuku Yusriadi, SpBA

Jika seseorang mampu meraih gelar dokter bahkan spesialis, mungkin hal yang biasa di era dunia pendidikan berkembang pesat saat ini. Sehari-hari, dr. Teuku Yusriadi, SpBA (34) tidak hanya mampu melakukan bedah atau operasi anak, namun juga mampu membedah persoalan agama sekaligus menjadi imam shalat rawatib di Masjid Al Hidayah Prada Banda Aceh. Bila sang dokter menjadi imam, para jamaah pun akan khusyu’ dan hanyut dengan suara merdunya.

Pria kelahiran Banda Aceh, 29 Oktober 1983 ini memang sejak kecil mendapat pendidikan agama yang ketat dari orangtuanya, bahkan pada usia remaja senang mengikuti Kursus Tilawah (Seni Baca Al Quran) sehingga sering mengikuti MTQ baik tingkat Kota Banda Aceh maupun Provinsi.  Pada tahun 2005 misalnya, Teuku Yusriadi menjadi delegasi Unsyiah pada MTQ Mahasiswa Nasional di UniversitasTanjung Pura (UNTAN) Pontianak.

Alumni Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (2016), sejak pulang ke Aceh kini bertugas sebagai staf Bedah Divisi Bedah Anak RSUZA Banda Aceh. Selain itu sejak 2009 sampai sekarang masih menjadi Direktur Klinik Khansa Aceh Besar dan Pimpinan PT. Nanggroe Aceh Madani.

Debut dan pengalaman luar negeri ayah dua putra putri ini terbilang lumayan, mulai Mesir dan Arab Saudi (2005) mengikuti acara Internasional Federation Medical Student Association (IFMSA),  Malaysia, Singapura, Thailand, sampai Dubai – Athena (2009) untuk berbagai kegiatan yang ditekuninya.

Di sela-sela wawancara dengan Gema, anak pasangan Teuku Muhammad Yusuf (alm) dan Cut Ranian ini sempat prihatin dengan isu narkoba yang mulai mewabah di kalangan remaja Aceh. ”Perlu peran orang tua untuk mengawasi dan membimbing anak-anaknya agar tidak menjadi korban narkoba. Selain itu generasi muda perlu dibekali dengan nilai-nilai agama, sehingga tidak tergelincir ke hal-hal negatif yag sulit dikontrol,” pesannya. Terkait dengan isu Palestina, suami dari dr Risna Handriani sempat geram kepada presiden Donald Trump. Ia setuju bila semua ummat Islam melakukan boikot terhadap produk Amerika dan Israel termasuk seruan doa bersama untuk keselamatan dan kemenangan Palestina. (baskar)

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.