Mengenang Taufan Masa Nabi Nuh As

Mengenang Taufan Masa Nabi Nuh As

GEMA JUMAT, 22 DESEMBER 2017

Oleh : Dr.Tgk.H.A.Mufakkir Muhammad, MA

Allah Berfirman :

Artinya :  Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh As kepada kaumnya, Maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan Peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia.( Q.S Al-Ankabut ayat 14-15).

Thufan atau Taufan adalah banjir besar atau air bah yang pernah terjadi di zaman Nabi Nuh A.S. Nabiullah wa Rasulullah yang tinggal bersama kaumnya selama 950 Tahun. Allah perintahkan kepada Nabi Nuh as untuk berdakwah, menyampaikan risalah Allah kepada umatnya. Namun banyak dari mereka durhaka kepada Allah SWT dan mengejek serta menghina Nabi Nuh a.s.

Allah berfirman :

Artinya : Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan”. Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti Kami, dan Kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara Kami yang lekas percaya saja, dan Kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas Kami, bahkan Kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”.

Diantara ejekan dan hinaan yang dilontarkan oleh pemuka dan pembesar-pembesar itu, mereka mengatakan Wahai Nuh! Kamu ini bukan seorang malaikat, melainkan manusia biasa, bagaimana mungkin diturunkan wahyu kepadamu. Tidak ada seorangpun orang-orang terhormat dan pemimpin diantara kami yang mengikutimu. Pengikutmu hanya orang-orang bodoh dan hina. Demikianlah ejekan dan hinaan yang selalu mereka lontarkan kepada Nabi Nuh a.s. Mereka kufur kepada Allah dan melakukan berbagai maksiat dan menganggap Nabi Nuh sebagai orang bodoh. Akhirnya Allah menimpakan azab yang besar kepada umat Nuh yang durhaka kepada Allah SWT dengan banjir besar atau tufan. Nabi Nuh as dan orang-orang beriman diselamatkan oleh Allah SWT dalam bahtera atau kapal yang telah dibuat oleh Nabi Nuh as atas petunjuk dan hidayah Allah SWT.

Thufan yang telah terjadi di zaman Nabi Nuh as semoga menjadi I’tibar dan pelajaran bagi kita semua, semoga musibah besar ini tidak lagi terulang di zaman kita. Bencana gempa yang dahsyat dan thufan, banjir besar dan Tsunami yang terjadi di Aceh pada hari ahad 26 Desember  Tahun 2004, semoga tidak terjadi lagi di masa-masa yang akan datang. Mari kita mengenang hal-hal yang pernah  terjadi terhadap umat. Umat dahulu yang telah ditimpa bencana  oleh Allah SWT. Mari kita perkuat bumi dengan ketaatan kita kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman pada surat Al-A’raf ayat 94-99

Artinya : Kami tidaklah mengutus seseorang Nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan Nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri. kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: “Sesungguhnya nenek moyang Kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan”, Maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan secara tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.. Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?atau Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?Maka Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

Semoga ayat-ayat tentang bencana alam ini menjadi pelajaran untuk kita semua dan mari kita perkuat bumi dengan keimanan dan ketaatan kita kepada Allah dengan cara beribadah dan bertaqwa kepadaNya dan semoga Negri kita ini menjadi negri yang aman dan nyaman serta negri yang baik selalu dalam lindungan dan ampunan Allah SWT. Negeri yang Baldatun Thaibatun Wa Rabbul Ghafur.

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.