Nasib Rakyat di Kantong APBA

Nasib Rakyat di Kantong APBA

GEMA JUMAT, 22 DESEMBER 2017

Dalam pemberitaan Gema Baiturrahman beberapa waktu lalu, Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Samsul Rizal dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Prof Farid Wajdi Ibrahim, sepakat bahwa perekonomian Aceh masih sangat bergantung kepada APBA. Ketergantungan membuat kondisi perekenomian Aceh loyo ketika pengesahan RAPBA terlambat. Hampir setiap tahun, permasalahan ini dialami.

Menurut Pakar Ekonomi Aceh Rustam Effendi, perumusan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (RAPBA) hingga pengesahannya sangat bergantung kepada lembaga eksekutif dan legislatif. Kedua belah pihak ini harus berkomitmen mematuhi waktu yang sudah ditetapkan supaya RAPBA cepat disahkan.

Ia menambahkan cepat atau tidak pengesahan RAPBA tergantung dari keharmornisan komunikasi antara eksekutif dan legislatif. Dalam pengesahannya, ego maupun kepentingan pribadi benar-benar harus dihindari. Perlu adanya persamaan pemahaman dan sadar terhadap posisi. Masing-masing pihak memiliki pemikiran yang beragam. Oleh karenanya, harus ada kesepahaman untuk mencapai keinginan memajukan Aceh.

Eksekutif dan legislatif memiliki tanggung jawab yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kalau masing-masing pihak mempertahankan egonya, masyarakat yang menjadi kasihan,” paparnya.

Menurutnya, aturan pengesahan RAPBA sudah diatur dengan sangat baik. Apabila jalan tersebut ditempuh dengan benar, tidak akan nada lagi terjadinya keterlambatan pengesahan RAPBA. Menurutnya, kalau ego masih dipertahankan, tidak perlu berharap keinginan pengesahan RAPBA tepat waktu tercapai. “Salah satunya cara menghilangkan ego adalah menjadikan kepentingan rakyat di depan, bukan kepentingan individu,” sambungnya.

Cerminan keseriusan eksekutif dan legislatif terlihat dari cepat dan lambatnya pengesahan RAPBA. Jangan sampai, hingga bulan April 2018 mendatang, masih disibukkan dengan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Pentingnya APBA bagi rakyat

APBA sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat, karena di sanalah ada belanja daerah. Melalui APBA, akan ada berbagai macam proyek dan kegiatan, seperti pengadaan di bidang perikanan, pertanian, bantuan modal usaha. “Nah, kalau APBA terlambat, bagaimana semua itu bisa terlaksanakan,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, terlambatnya pengesahan anggaran, berdampak buruk bagi non pegawai negeri sipil, seperti tenaga kerja kontrak. Misalnya APBA macet, imbasnya kepada gaji mereka.

Selain itu, tidak dapat dipungkiri Aceh masih sangat tergantung kepada APBA. Rustam mengharapkan supaya ketergantungan itu perlahan dikurangi. Misalnya dengan mendirikan perindustrian produk sembako. Kalau memang pemerintah membelanjakan bahan sembako, perputaran uang tersebut akan berlangsung di Aceh. Produk lainnya seperti padi, sudah saatnya pemerintah mengolah sendiri sebelum diperjuabelikan keluar. Bukan menjualnya dalam bentuk mentah. Hal yang paling mungkin juga dilakukan adalah memberdayakan unggas penghasil telur.

Aceh memiliki beragam sumber daya alam. Hanya saja menurutnya, pemerintah belum serius memanfaatkan potensi yang ada. Seyogyanya, masing-masing dinas terakait bergerak memberdayakan ekonomi masyarakat dengan membuat program pemberdayaan ekonomi. Alokasi APBA harus ditujukan kepada program-program yang tepat dan menyentuh kepada masyarakat.

Untuk mewujukdan ekonomi Aceh yang mandiri, lembaga eksekutif dan legislatif sepatutnya saling memberikan dukungannya. “Jangan berbicara yang a, tapi ketika berbuat sudah b,” imbuhnya.

Ia mewanti-wanti eksekutif dan legislatif ketahanan ekonomi kuat. Semua itu seharusnya bisa mudah dilakukan karena Aceh memiliki uang yang banyak. Tanggung jawab tersebut bukan cuma di tingkat provinsi, melainkan sampai pada tingkat dua seperti bupati/walikota dan DPRK.

“Keberhasilan Aceh ditentukan berdasarkan akumulasi di daerah tingkat dua. Maka tugas ini bukan hanya gubernur, tetapi juga bupati/walikota,” terusnya. Zulfurqan

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.