Harapan Terhadap Aceh Pascatsunami

Harapan Terhadap Aceh Pascatsunami

GEMA JUMAT, 29 DESEMBER 2017

Perekonomian Aceh sebelum konflik begitu sulit. Pengusaha besar takut menanamkan modalnya di Aceh. Perekonomian Aceh kembali diuji oleh Allah dengan ditimpakannya musibah gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004. Tsunami memporak-porandakan Aceh serta menelan ratusan ribu nyawa manusia.

Bila ditelisik lebih jauh, tsunami mengandung hikmah di sektor perekonomian. Bukan Cuma karena banyaknya bantuan dari dunia internasional, melainkan Aceh sudah memiliki ”panggung” di dunia internasional. Hampir seluruh media massa level internasional memberitakan perkembangan Aceh pascatsunami.

Kemudian masuknya lembaga internasional dan negara-negara dari berbagai belahan dunia. Dari sini masyarakat Aceh mulai ditantang untuk bekerjasama dengan lembaga dan negara lain.

Aceh yang terkenal dan dan lembaga maupun negara yang masuk ke Aceh memiliki hubungan yang erat. Beberapa bulan pascatsunami, berbagai program dari lembaga internasional diselenggarakan, mencakup pendidikan, mitigasi bencana. Sudah sepaptutnya memperkuat kedudukan Aceh sebagai pusat riset tsunami dan gempa.

Aceh yang terkenal dapat lebih mudah menjalin kerja sama dengan pihak luar. Mengapa tidak di sektor pendidikan, ekonomi, dan mitigasi bencana dikembangkan lebih komprehensif. Apalagi mengingat nama Aceh kerap berada di urutan terbawah di sektor ekonomi, pengangguran yang tinggi, serta kondisi pertanian yang stagnan. Baru-baru ini dirilis mengenai hasil uji kompetensi guru, nilai-nilai yang diperoleh guru-guru di Aceh berada jauh di bawah standar nasional.

Seyogyanya, program-program tersebut terus dikembangkan sampai sekarang. Caranya adalah meningkatkan dan memperkuat hubungan internasional itu. Aceh bisa belajar dar negara-negara internasional untuk mengembangkan keseluruhan sektor tersebut di Aceh.

Oleh karenanya, pemerintah harus bergerak cepat. Peringatan tsunami harus senantiasa diselenggarakan untuk merawat ingatan penting tentang gempa dan tsunami 13 tahun silam.

 

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.