Tabi’at Laba-laba

Tabi’at Laba-laba

GEMA JUMAT, 29 DESEMBER 2017

Oleh H. Basri A. Bakar

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui” (QS. Al-Ankabut :41)

Laba-laba merupakan sejenis serangga yang diabadikan dalam sebuah surat dalam Al Quran yaitu surat Al‘Ankabut. Kata laba-laba, dalam surah al-Ankabut muncul pada ayat ke-41. Hewan ini mempunyai sisi positif dan negatif.

Ketika Rasullullah SAW dan Abu Bakar r.a bersembunyi di dalam gua Tsur dari pengejaran kaum kafir Quraisy, atas kehendak Allah laba-laba membuat jaring-jaring tepat di mulut gua agar kaum Quraisy terkecoh dan beranggapan bahwa gua tersebut tidak mungkin dimasuki oleh seseorang. Sang kafir mengira kalau seseorang memasuki gua, pastilah sarang laba-laba akan rusak.

Seekor laba-laba dengan jaringnya yang selembut sutra telah menolong nyawa Rasullullah SAW. Lalu apa yang sudah kita lakukan selaku manusia yang diberi akal pikiran? Sudahkah kita menolong sesama mahkluk ciptaan-Nya? Selain itu perangai laba-laba tidak pernah putus asa membuat sarang kembali saat ada yang merusaknya, mengajarkan kepada kita untuk tidak kenal lelah dan tidak kenal putus asa.

Sisi negatif dari laba-laba antara lain suka memasang perangkap untuk menjerat musuh, hanya berfikir dan berbuat untuk kepentingan dan kesenangan dirinya saja. Dia membuat sarang berupa jaring-jaring untuk memperdaya dan menangkap hewan lain untuk makanannya. Orang yang mengikuti tabiat laba-laba sangat merugikan orang lain dan tidak mensyukuri nikmat yang telah didapatkannya. Ia menjadi makhluk super ego untuk memikirkan diri sendiri. Mari kita belajar dari laba-laba dari sisi positif saja.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.