Wagub Aceh Nova Iriansyah: Jangan Tanya Kenapa Perayaan Tahun Baru Tidak Dibolehkan

Wagub Aceh Nova Iriansyah: Jangan Tanya Kenapa Perayaan Tahun Baru Tidak Dibolehkan

GEMA JUMAT, 29 DESEMBER 2017

Banda Aceh (Gema) – Pergantian tahun baru masehi tinggal menghitung hari. Penduduk di berbagai belahan dunia akan merayakannya. Perayaan tersebut umumnya diekspresikan melalui pesta kembang api. Hal tersebut tidak boleh berlaku di Aceh yang menjunjung tinggi syariat Islam. Pemerintah di Aceh mendukung larangan perayaan tahun baru.

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, perayaan tahun baru merupakan bentuk penyimpangan syariat. Sementara Aceh harus konsisten menjalankan syariat Islam. “Jangan tanyakan lagi kenapa perayaan tahun baru tidak dibolehkan,” pungkasnya saat menyampaikan kata sambutan pada acara peringatan puncak 13 tahun tsunami Aceh dengan The Light of Life di Museum Tsunami, Banda Aceh, Selasa (25/12).

Ia menyerukan agar masyarakat menjadikan Alquran dan sunah rasul sebagai referensi dalam berkehidupan di dunia.

Gempa dan tsunami terjadi di penghujung 2004, yakni 26 Desember. Seyogyanya, masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk merfl eksi kejadian tsunami. Allah telah memberikan musibah tersebut sebagai bentuk peringatan agar umat Islam lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Sementara itu, ia meminta masyarakat agar kuat menghadapi segala cobaan Allah.

Nova mengutip ayat Alquran surat Albaqarah 155-157, bunyinya “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buahbuahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Tsunami mengandung hikmah yakni terciptanya perdamaian di Aceh dan membuat umat Islam memahami dimensi kehidupan. Ia mengajak umat Islam di Aceh untuk senantiasa bersyukur kepada Allah. Acara puncak peringatan

tersebut dimeriahkan dengan berbagai pentas kesenian. Hadir pula pada acara ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Kadisbudpar) Aceh Reza Fahlevi, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, Kepala Museum Geologi Bandung Oman Abdurrahman. Zulfurqan

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.