Boikot Yahudi

Boikot Yahudi

GEMA JUMAT, 05 JANUARI 2018

Oleh Murizal Hamzah

Gemuruh demo boikot produk Amerika dan Yahudi pada 2017 merebak di mana-mana. Hal ini berkaitan setelah Presiden Amerika Trump menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tak pelak, demo bergerak di seluruh dunia oleh umat Islam dengan dalil syariat atau non Islam dengan dalil kemanusiaan. Sejatinya, konflik di Tanah Suci tiga agama itu telah terjadi puluhan tahun lalu.

Munculnya sentimen terhadap Palestina ketika dunia dalam hal ini Amerika meneriakkan sesuatu yang memancing kemarahan dunia. Setiap hari, bentrok atau serdadu Israel melepaskan tembakan kepada warga sipil Palestina. Bukan hal baru jika pertumpahan darah terjadi di wilayah lahirnya para Nabi.

Ulah Isreal terhadap umat Islam bikin kita palak. Demo-demo yang dilancarkan di seluruh dunia sebagai sikap peduli sebagai bagian dari ukhuwah Islamiyah. Satu orang Islam dihajar di belahan dunia mana pun, kita merasakan derita tersebut. Islam itu bersaudara dengan tali iman.

Selama puluhan tahun, kita mendengar orator  meminta umat Islam memboikot proruk-produk Yahudi dan Amerika.  Dengan boikot produk mereka bisa mengoyang perekonomian.  Pemboikotan produk salah satu cara membantu muslim di Palestina agar melemahkan perekonomian Barat yang menjadi donatur pemerintah Israel. Kalau sekedar mengecam Israel, apalagi kecaman itu tidak terdengar ke Israel. Sekedar mengeluarkan emosi kemarahan tanpa ada pengaruh kepada  mereka.

Hal konkret lebih lanjut dari boikot produk keluaran Yahudi yakni tidak makan makanan cepat saji, soft drink, air mineral produk Yahudi dan kroni-kroninya. Dalam hal ini, umat Islam patut tidak merokok yang pemiliknya pengusaha Amerika.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Farid dalam khutbah Jumat di Banda Aceh menyatakan,  siapa pun umat Islam yang masih memperjualbelikan produk-produk Yahudi itu sama saja mereka telah menjadi bagian dari Yahudi. Karena itu, Farid meminta jangan ada lagi umat Islam, khususnya di Aceh yang ikut-ikutan menjual, apalagi mengonsumsi makanan siap saji, minuman kaleng, air mineral, serta barang lainnya yang diproduk Yahudi dan kroni-kroninya, yang kini bersekongkol lalu mengklaim sepihak Yerusalemlah ibu kota Israel.

Selain mengajak umat boikot produk Yahudi, dalam khutbahnya Farid mengharapkan umat Islam memperiapkan generasi yang tangguh di bidang sains dan teknologi serta bidang lainnya. Targetnya adalah mampu bersaing dan melawan kelompok manusia yang anti-Islam tersebut.

Gampangkah boikot produk Amerika dan Israel?  Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan aksi boikot sulit dilakukan. Masyarakat masih tergantung dengan produk-produk negara tersebut. Jusuf menantang apakah berani memboikot iPhone, tidak pakai Google. Pengurus Dewan Masjid Indonesia ini menuturkan, produk Amerika Serikat itu temasuk dalam kategori produk-produk mutakhir atau berteknologi tinggi. Jusuf meminta pihak yang mengancam dan menyerukan aksi boikot produk Amerika Serikat dan Israel untuk berpikir ulang.

Boikot produk Amerika dan Israel perlu dilaksanakan secara bertahap. Yang gampang dilakukan yakni tidak belanja atau beli produk seperti air mineral pada penjual non Islam di seluruh belahan dunia. Mari kita belanja pada penjual Islam. Ini riil dan  bisa dilaksanakan. Tidak belanja pada non Islam dan produk itu milik non Islam, kecuali dalam keadaan darurat dan tidak ada pilihan lain.

Perkuat ekonomi umat, karena itu meningkatkan zakat atau infaq untuk kaum dhuafa. Mari berdagang sesama umat Islam. Mulai secara bertahap.

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.