Belajarlah dari Masjid

Belajarlah dari Masjid

GEMA JUMAT, 12 JANUARI 2018

Oleh H Akhyar

Ketua Umum BKPRMI Aceh

■ Wakil ketua Bidang Agama KNPI Aceh

KATA masjid punya kesamaan akar kata dengan “sujud” yaitu kata sajadayasjudu. Masjid berarti tempat bersujud. Sujud merupakan rukun Islam dalam shalat yang mencerminkan kekhusyukan dan ketundukan paling sempurna terhadap Allah SWT. Dalam sebuah hadist shahih disebutkan, “ posisi seorang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud.” (HR Muslim,Abi Daud dan Nasa’I).

Dalam kehidupan sosial umat Islam, masjid tidak terbatas hanya untuk shalat, melainkan juga pusat kegiatan keagamaan seperti pengajian, pembelajaran, dakwah dan distribusi Zakat. Oleh karena itu, pembangunan masjid di setiap permukiman penduduk Muslim sangat dianjurkan, Rasulullah SAW bersabda Barang siapa membangun masjid sekecil sarang burung (ikhlas) karena Allah SWT, maka Allah membangun untuknya rumah di syurga ( HR At Thabrani dan Al Bazzar).

Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari masjid, Pertama, masjid mengajarkan kedisiplinan, saat Azan dikumandangkan kita harus bersegera ke masjid,kemudian merapatkan shaf sebelum di mulainya shalat, serta mengikuti imam dari awal sampai akhir, ini semua menyimbolkan budaya tepat waktu, kerja sama,dan taat kepada pemimpin. Kedua, masjid mengajarkan kebebasan,yaitu kebebasan hati di mana kaum muslimin hanya tunduk kepada Allah SWT, berdoa kepadaNya tanpa menyekutukanNya. Firman Allah, “ Dan sesungguhnya masjidmasjid itu adalah kepunyaan Allah. “ Maka janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya kecuali menyembah Allah.( QS Al Jin (72):18).

Ketiga, masjid mengajarkan persaudaraan, Lima kali dalam sehari umat Islam salin betemu, berjabat tangan, mempertautkan hati berdasarkan kesamaan akidah dan membincangkan beragam urusan. Dari sinilah tercipta ukhuwah Islamiah.

Keempat, masjid mengajari kesetaraan,Tidak ada kesetaraan yang mulia melebihi kaum muslimin di masjid.Orang dewasa duduk dan berdiri bersama dengan remaja dan anak-anak ; yang kaya bersebelahan dengan yang miskin; atasan di samping bawahan,kaum elite bersama orang awam,semua sama derajatnya hanya ketaqwaan yang membedakan mereka. “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa.”

(QS Al hujarat (49):13). Begitulah fungsi dan peran masjid dalam pembentukan akhlaq dan mental kaum muslimin. Keberadaannya menjebatani ancaman keretakan dalam ukhuwah denganmerekatkan jurang sosial akibat perbedaan kelas,ras,suku,afiliasi politik dan sebagainya. Kesadaran ukhuwah sangatlah penting mengingat modernitas cenderung mengajak semua orang bersikap individualis dan egois. Wallahu a’lam bisshawab.

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.