Kedah Kagumi Program Zakat Produktif di Aceh

Kedah Kagumi Program Zakat Produktif di Aceh

GEMA JUMAT, 12 JANUARI 2018

Banda Aceh (Gema)

Lembaga Zakat Negeri Kedah Malaysia mengaku kagum dengan sejumlah program produktif zakat Baitul Mal Aceh. Setelah mengunjungi langsung sejumlah tempat usaha binaan Baitul Mal di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Tempat dikunjungi antara lain, usaha pembuatan sabun cair serbaguna di Gampong Ilie, Kec Ulee Kareng, Banda Aceh, usaha kue tradisional Aceh di Gampong Lampisang, Kec. Peukan Bada, Aceh Besar dan grosir pakaian di Pasar Aceh.

Dalam kunjungan tersebut rombongan yang berjumlah 12 orang ini sangat mengagumi dengan usaha-usaha yang digeluti oleh mustahiq (penerima Manfaat) binaan BMA itu.

“Kami merasa senang dan kagum dengan mustahiq binaan ini. Mareka telah mampu memaksimalkan modal usaha dari Baitul Mal Aceh untuk kemajuan usahanya,” kata Kepala Pegawai Eksekutif Lembaga Zakat Negeri Kedah, Dato’ Zakaria bin Othman.

Dato’ Zakaria menambahkan di Lembaga mereka, modal usaha diberikan secara hibah kepada mustahiq tanpa revolving (bergulir). Sedangkan di BMA modal usaha itu diberikan secara revolving (bergulir) dalam jangka waktu setahun dengan cara diangsur per bulan. Kemudian diberikan penambahan modal usaha dalam jumlah yang lebih besar untuk peminjaman berikutnya.

“Pola yang BMA terapkan ini sangat menarik, dan kami akan mencoba untuk menerapkannya di Negeri Kedah,” Ungkap Dato’ Zakaria.

Hal lain yang menjadi perhatian mereka adalah adanya usaha bersama dari para mustahiq. Ia mencontohkan ada mustahiq yang berperan sebagai penjual dan beberapa mustahiq lainnya sebagai penyedia bahan yang akan dijual.

“Ini juga sangat bagus untuk kita adopsi, artinya ada usaha bersama dari sesama mustahiq untuk saling membantu dalam memasarkan usaha mareka,” tambahnya.

Plt. Kepala Baitul Mal Aceh Zamzami Abdulrani, S.Sos menjelaskan sampai saat ini mustahiq binaan BMA berjumlah sekitar 1450 orang. Mareka terbagi ke dalam beberapa sektor, diantaranya sektor pertanian, perdagangan, jasa dan home industri.

“Kita berharap melalui program bantuan modal usaha ini dapat membantu mareka dalam mensejahterakan keluarganya. Dan tujuan utama kita, mudah-mudahan akan ada dari mustahiq itu yang menjadi muzakki,” harap Zamzami. (rel/marmus)

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.