Menyampaikan Kebenaran

Menyampaikan Kebenaran

GEMA JUMAT, 12 JANUARI 2018

Oleh H. Basri A. Bakar

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)

Salah satu sifat Rasulullah yang wajib kita percaya dan ketahui adalah “tabligh” atau menyampaikan kebenaran. Sepahit apapun berita yang beliau terima dari Jibril melalui wahyu tetap disampaikan kepada ummat, tidak pernah Rasulullah menyembunyikan sedikitpun wahyu yang diterima dari Allah.

Sifat Rasulullah ini wajib kita amalkan dalam sisi kehidupan, yakni menyampaikan kebenaran meskipun pahit untuk diterima oleh seseorang. Orang-orang yang dikatajan beruntung dan mendapat pujian Allah adalah mereka yang senantiasa menyeru orang lain untuk kebaikan dan makruf, mencegah yang munkar.

Rasulullah bersabda yang artinya :  “Barangsiapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, hendaklah ia merubah/mencegah dengan tangannya (kekuasaannya). Jika ia tidak mampu, maka hendaklah ia merubah/mencegahnya dengan lisannya (berupa nasehat dan peringatan). Dan jika tidak mampu, maka hendaklah ia merubah/mencegahnya dengan hatinya (tidak senang dan tidak rela). Dan yg demikian itu adalah selemah-lemah Iman”. (HR. Imam Muslim, dan Ahmad).

Dan pethatikan firman Allah : “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushilat : 34)

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.