Perguruan Tinggi Ormas Islam Bukan Produsen Penganggur

Perguruan Tinggi Ormas Islam Bukan Produsen Penganggur

GEMA JUMAT, 12 JANUARI 2018

 

oleh:  Sayed Muhammad Husen

Keberadaan Ormas Islam di Aceh dan Indonesia cukup kita rasakan manfaatnya. Salah satu manfaat langsung dirasakan masyarakat adalah peran pendidikan organisasi sipil Islam ini. Peran itu dilakukan dalam bentuk informal dan formal, dari bentuk kegiatannya yang tradisional hingga modern. Ormas Islam telah menunjukkan peningkatan SDM intenal dan eksternal organisasi melalui program dan kegiatan pendidikan.

Misalnya, kita melihat program dan kegiatan Ormas Islam Muhammadiyah (1912), Nahdlatul Ulama (1926) dan Al-Washliyah (1930). Ketiga Ormas Islam ini sejak awal telah melakukan pendidikan masyarakat melalui pengajian, tabligh akbar, seminar dan kegiatan lainnya. Mereka juga menyelenggarakan pendidikan formal, seperti mendirikan sekolah/madrasah/pesantren hingga membangun perguruan tinggi.

 

Dari pendidikan formal dan informal Ormas Islam itu, telah melahirkan banyak tokoh bangsa, ulama dan pejuang. Mareka telah meletakkan dasar-dasar pembangunan bangsa, peradaban dan dakwah Islamiah di negeri ini, sehingga bangsa dan negara ini bertransfansformasi ke arah yang relegius dan maju. Ormas Islam, melalui strategi pendidikan pula, telah menjadi inspirasi bagi pembangunan pendidikan nasional.

Karena itu, tidak beralasan penilaian yang mengatakan, bahwa pendidikan yang diselenggarakan Ormas Islam telah melemah dan ketinggalan zaman. Kita menemukan banyak lembaga pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi yang berkualitas dikelola oleh Ormas Islam. Hanya saja, memang, sebagian disiplin ilmu dan keterampilan tertentu telah diurus oleh negara sepenuhnya. Untuk ini, Ormas Islam memilih garapan pendidikan yang belum mampu digarap oleh negara.

Dalam konteks keacehan, kita juga menyaksikan, belum seluruh sektor pendidikan dikelola pemerintah. Misalnya, pendidikan tinggi negeri masih terbatas jumlah dan kualitasnya. Peran Ormas Islam dalam mengelola perguruan tinggi masih sangat diperlukan. Dalam hal ini kita sebut contoh perguruan tinggi yang dikelola Ormas Islam di Aceh: Unmuha oleh Muhammadiyah, Perguruang Tinggi Al-Washliyah oleh Jami’atul Al-Washliyah dan STISNU oleh Nadlatul Ulama. Selain itu banyak perguruan tinggi swasta lainnya di luar “asuhan” Ormas Islam.

 

Tentu saja kita belum puas dengan kualitas perguruan tinggi yang dikelola Ormas Islam di Aceh. Kita berharap, seluruh alumninya tertampung sebagai tenaga kerja terampil dan profesional. Lebih utama lagi jika alumninya  menjadi pencipta lapangan kerja. Sungguh  kita tidak berharap perguruang tinggi Ormas Islam menjadi produsen penganggur setiap tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.