Tahun Politik

Tahun Politik

GEMA JUMAT, 12 JANUARI 2018

Oleh Murizal Hamzah

Kemarin, 10 Januari adalah hari terakhir pendaftaran peserta pilkada gubernur, bupati dan wali kota. Pilkada serentak ini digelar pada 27 Juni mendatang atau setelah Idul Fitri. Pilkada terbesar ini diikuti oleh paling kurang  448 pasangan bakal calon kepala daerah di  17 provinsi, 154 kabupaten dan kota. Inilah pilkada serentak yang beraroma pemiliihan presiden pada 2018.

Ada yang menarik, terjadi penurunan jumlah pasangan balon pada Pilkada 2018 membuat bertambahnya pasangan calon peserta pilkada tunggal. Berdasarkan data KPU, ada  14 daerah yang memiliki satu pasangan bakal calon atau naik jumlahnya dibandingkan Pilkada 2015 dan 2017. Ada 45 daerah yang hanya diikuti oleh 2 pasangan bakal calon.  Di Aceh, pilkada serentak 2108 diadakan di Pidie Jaya dan Subulussalam.

Bagaimana Islam memandang politik? Jika kita tidak peduli pada masalah politik, maka kekuasaan akan dikuasai oleh orang-orang non Islam atau orang bermasalah termasuk koruptor dan sebagainya. oleh karena itu, jika Anda memiliki kapasitas, integritas, koneksitas serta isi tas (harta) untuk maju, gunakan momentum lima tahun sekali. Dengan menjadi anggota dewan atau bupati. Wali kota, gubernur bahkan presiden lebih banyak yang bisa digunakan untuk melaksanakan amar makruf nahi mungkar baik dengan kekuasaan atau peraturan.

Bagi pengamat politik, pilkada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur adalah barometer untuk melihata yang berpeluang menjadi presiden pada pilpres 2019. Pasalnya,. tiga provinsi memiliki pemilih terbanyak di Indonesia mencapai di atas 47%. Jadi yang menentukan pemenang presiden pada 2019 yakni pemilih di Jawa.

Dalam menghadapi pilkada 2018 dan pemilu legislatif dan pilpres pada 2019, Presiden Joko Widodo  mengingatkan praktik demokrasi dalam pilkada hendaknya dijalankan sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang santun serta tidak saling menjelekkan dan mencaci. Setelah memilih pemimpin yang terbaik dalam pilkada, rakyat mesti segera kembali bersatu dalam semangat persaudaraan. Dengan kata lain, sikap berbeda haluan politik sebelum disahkan pemenangnya adalah bagian dari pendirian sikap pemilih. namun setelah dilantik menjadi gubernur, bupati dan wali kota, warga mendukung program untuk kemashlatan umat.

Satu lagi, di musim tahun politik seperti pilkada serentak itu akan ramai dengan berbagai kabar fitnah. Kunci untuk mematikan haba fitnah yang sangat berdosa itu ada di ujung jari kita masing-masing dengan cara tidak memposting atau mengirim lagi propaganda fitnah itu.

Bagaimana umat mengetahui itu bahwa pesan yang kita terima itu adalah fitnah? Tidak sulit yakni dengan melakukan cek dan ricek ke sumber lain atau mengoptimalkan logika, apakah  warta ini benar? Logis? Jika ragu dan info itu tidak ada faedah bagi pembaca, biarkan saja Kabar itu tersimpan di telepon pintar Anda.

Sejatinya berita fitnah itu beredar setiap hari. khusus untuk tahun politik 2018 dan 2019, jumlah arus fitnah bisa meningkat seiring dengan melubernya kawah informasi yang berkaitan dengan pilkada dengan saling menyebarkan aib lawan politik. Kita bedakan kampanye hitam yang cenderung fitnah dengan kampanye negatif yang menggunakan kelemahan  lawan berdasarkan fakta. Misalnya mengungkap lawan politiknya adalah bekas koruptor, memiliki riwayat memakai narkoba dan sebagainya. Sedangkan kampanye hitam itu murni fitnah, mengada-ada dan sifatnya membunuh karakter lawan politik.

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.