Tingkatan Daya Saing PTS Untuk Mencerdaskan Anak Bangsa

Tingkatan Daya Saing PTS Untuk Mencerdaskan Anak Bangsa

GEMA JUMAT, 12 JANUARI 2018

Prof. Dr. Jamaluddin M.Ed – Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh

Dalam pertemuan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. (Menristek Dikti) Muhammad Nasir, di Semarang, tahun 2015 lalu. Kalangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menyampaikan sejumlah keluhan. Terutama keluhan terhadap kebijakan dan perlakuan pemerintah yang selama ini dinilai kurang adil, bahkan diskriminatif terhadap mereka.

Keluhan itu dinilai wajar karena pihak swasta dianggap memiliki peran penting dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Tanpa peran swasta (PTS), APK (Angka Partisipasi Kasar) dalam pendidikan akan sangat rendah. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia untuk percaya diri bersaing dengan perguruan tinggi negeri (PTN). Simak wawancara singkat wartawan Tabloid Gema Baiturrahman Indra Kariadi dengan Prof. Dr. Jamaluddin, MEd Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh.

Apa Fungsi Kopertis bagi Perguruan Tinggi Swasta?

Ada perguruan tinggi yang dikelola oleh masyarakat, atau dengan kata lain pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat baik dalam bentuk perseorangan maupun dalam bentuk organisasi masyarakat (ormas) untuk mendirikan perguruan tinggi. Tetapi semua manajemennya itu harus dibawah dan mengikuti Undang-Undang Perguruan Tinggi. Jadi apakah perguruan tinggi itu dikelola oleh swasta atau pemerintah semua itu harus mengacu pada Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi. Maka oleh itu masyarakat sendiri tidak boleh asal-asalan dalam pengelolaan perguruan tinggi, karena ini menyakut dengan bangsa. Kopertis hadir adalah untuk perpanjang tangan Menristek Dikti, karena sudah terlalu banyak perguruan tinggi swasta, dengan tugas untuk melakukan pengawasan, pengedalian, dan pembinaan terhadapa perguruan tinggi swasta. Diseluruh Indonesia kita punya XIV Kopertis, Aceh Kopertis wilayah XIII yang melakukan pengawasan, pengedalian dan pembinaan terhadap PTS yang ada di Aceh.

Menurut Anda, bangaimana meningkatkan mutu dosen di PTS?

Peningkatan mutu dosen diperguruan tinggi itu sama, tidak membedakan antara PTN dengan PTS. Jadi artinya kalau sudah membangun perguruan tinggi swasta, mereka itu harus memiliki kewajiban untuk meningkatkan mutu, baik itu mutu dosen, proses, hasil, produk dan mahasiswa. Meskipun perguruan tinggi itu dari lembaga ormas maupun perseorangan, mereka harus sanggup meningkatkan mutunya. Produk-produk yang harus dilahirkan dari perguruan tinngi manapun, baik itu PTN maupun PTS (organisasi masyarakat), mereka harus memiliki daya saing bangsa dan harus bisa melakukan kopetisi keilmuan. Daya saing itu bukan hanya tingkat lokal, tetapi harus tingkat global (dunia internasional). Jadi Lembaga Ormas kalau sudah mendirikan perguruan tinnggi, maka mereka harus ikut aturan perguruan tinggi yang di atur dalam Undang-Undang nomor 12 Tahun 2012.

Lalu, Bagaimana fungsi Organisasi bagi PT berlatar belakang Ormas?

Tugas ormas selain mencetak kader bangsa, juga mendirikan perguruan tinggi. Di satu sisi ormas itu memang melakukan pengkaderan bangsa, bahkan saya melihat ada materi di dalam mata kuliah diperguruan tinggi yang dibangun oleh ormas itu sendiri, seperti tentang ke Muhammadiyahan, ke NUan dan ke Al-wasliyahan pada orientasi mereka. Memang perguruan tinggi swasta itu memiliki otonomi dalam mengatur kurikulum asal tidak berseberangan dengan Undang-Undang Perguruan Tinggi. Jadi yang paling penting dari perguruan tinggi swasta adalah harus memiliki daya saing dan mutu yang lebih bagus. Keberadaan Kopertis adalah mengontrol, mengawasi, dan mengedali perguruan tinggi swasta supaya memiliki daya saing, bermutu dan berkualitas.

Dalam mind-set masyarakat, PTN dianggap lebih menjanjikan dari PTS, pendapat Anda?

Saya melihat dimasyarakat sekarang sudah berubah, tidak lagi melihat kepada perguruan tinggi negeri saja. Sekarang PTN dan PTS itu sama, karena yang dihitung sekarang adalah kualitas mutu. Kualitas mutu sebuah perguruan tinggi itu adalah berpedoman pada akreditasi, jadi lembaga akreditasi perguruan tinggi adalah lembaga independent, meskipun dibawah Meristek Dikti. Lembaga akreditasi itu bertugas untuk melakuakan perangkingan mutu. Kalau misalnya di prodi swasta itu akrediatasinya A, sedangkan di negeri akreditasi B, maka itu lebih bagus akreditasinya yang A di swasta. Maka yang menentukan kualitas mutu adalah akreditasi. Sekarang kita melihat sudah banyak perguruan tinggi swasta yang memiliki akreditasi yang bagus, baik itu institusi maupun prodinya.

Lalu?

Bahkan sekarang di Aceh sudah ada perguruan tinggi swasta yang memiliki akreditasi prodinya B semuanya. Sebenanya masyarakat kita sekarang ini tidak perlu ragu dengan perguruan tinggi swasta, yang perlu dilihat adalah apakah perguruan tinggi itu memiliki nilai akreditasi apa, karena sekarang penilaian dari pemerintah adalah akreditasi dari sebuah perguruan tinggi itu tersebut, baik institusi maupun prodinya.

Masyarakat sekarang yang perlu adalah apa yang terdapat akreditasi pada prodi pilihannya dan institusinya, karena tidak ada perbedaan antara negeri dan swasta, asalkan perguruan tinggi itu memiliki akreditasi yang bagus. Tugas dari Kopertis adalah mengontrol dari perguruan tinggi swasta supaya memiliki daya saing yang sama dengan perguruan tinggi negeri.

Apa standar sebuah PTS ?

Standard mutu itu ada dua, yang pertama standard penjaminan mutu internal artinya perguruan tinggi itu harus bisa menjamin bahwasanya mereka itu memiliki mutu. Di perguruan tinggi itu wajib memiliki Lembaga Penjaminan Mutu, dan Kopertis sendiri melakukan pendampingan terhadap mereka. Perguruan tinggi itu harus percaya diri, bahwasanya mereka itu memiliki mutu.

Dan yang kedua, standard penjaminan mutu eksternal, yang dievaluasi oleh lembaga diluar perguruan tinggi itu sendiri, itulah namanya dengan akreditasi. Perguruan tinggi itu harus bisa menjamin mutu dari perguruan tinggi itu sendiri. Kalau internalmnya bagus, maka kemungkinan eksternal juga bagus. Maka perguruan tinggi itu harus bisa bersaing baik itu tingkat nasional maupun internasional.

Sejauh mana kontribusi PTS di Aceh?

Kita perlu memberikan apresiasi kepada yayasan, baik itu ormas maupun perseorangan yang telah mendirikan perguruan tinggi dengan tujuan untuk mencerdaskna anak bangsa. Jadi ini adalah tujuan yang sangat mulia dan akan sangat mulia lagi di sisi Allah dengan niat dan tujuan mengharapkan ridho dari Allah untuk mencerdaskan anak bangsa. Jadi mereka dengan biaya sendiri untuk mendirikan perguruan tinggi. Dengan berupaya mendirikan perguruan tinggi untuk mencerdaskan anak bangsa. Pada tahun 2017, berdasarkan data Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Ristek Dikti), jumlah unit perguruan tinggi yang terdaftar mencapai 4.504 unit. Angka ini didominasi oleh perguruan tinggi swasta (PTS) yang mencapai 3.136 unit. Sedangkan perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi unit paling sedikit, yakni 122 unit. Sisanya adalah perguruan tinggi agama dan perguruan tinggi di bawah kementerian atau lembaga negara dengan sistem kedinasan.

Sedangkan penduduk Indonesia sebanyak kurang lebih 27.000.000 jiwa. Coba dibayangkan jika tidak ada perguruan tinggi swasta, maka dimana anak kita akan melanjutkan pendidikannya. Maka ini adalah suatu hal bagus dan niat baik dari ormas maupun perseorangan dengan mau mendirikan perguruan tinggi swasta dengan tujuan mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.