Berjihad di Jalan Allah

Berjihad di Jalan Allah

GEMA JUMAT, 19 JANUARI 2018

Oleh H. Basri A. Bakar

 

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih

tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orangyang mendapat kemenangan.” (QS At Taubah: 20)

Secara umum, sebagian ulama mendefinisikan jihad sebagai “segala bentuk usaha maksimal untuk penerapan agama Islam dan pemberantasan kedzaliman serta kejahatan, baik terhadap diri sendiri maupun dalam masyarakat.”

Kata-kata jihad dalam al-Quran kebanyakan mengandung pengertian umum yakni tidak hanya terbatas pada peperangan, pertempuran dan aksi militer, tetapi mencakup segala bentuk kegiatan dan usaha yang maksimal dalam rangka dakwah Islam, amar makruf nahi munkar. Dengan demikian jihad tidak selalu identik dengan berperang secara fisik melawan kafir.

Jihad merupakan kewajiban setiap orang beriman dan perintah jihad merupakan salah satu cara Allah SWT untuk menguji sejauh mana keimanan seseorang. Dalam al-Quran, kata jihad hampir selalu diikuti dengan kalimat fi sabilillah (di jalan Allah). Jihad fi sabilillah, bermakna berjuang dengan segenap daya upaya untuk menggapai keridhaan Allah SWT dalam rangka mengesakan Allah SWT.

Dengan demikian jihad harus dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah serta norma-norma yang telah ditetapkan Allah SWT.

Firman Allah SWT : “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja) sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman?” (QS At Taubah: 16).

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.