Air untuk Anjing

Air untuk Anjing

GEMA JUMAT, 26 JANUARI 2018

Oleh Murizal Hamzah

Jika ditanya orang apa tujuan akhir hidup umat Islam? Jawabannya bisa ditempatkan ke surga. Menunaikan amar makruf nahi munkar dengan segala atribut larangan dan perintah dari Allah SWT dari hal-hal yang terkesan kecil, ringan hingga berat. Dalam beribadah, Allah memberikan rambu-rambu ibadah karena keikhlasan kepada Sang Khaliq.  Ibadah yang dilakukan riya tidak membawa nilai-nilai amal atau pahala bagi pelaku. Masalah amal dikerjakan karena ikhlas atau tidak itu hanya diketahui oleh hamba sebagai pelaku dan Allah SWT.

Di era medsos, kadangkala kita ingin pamer ibadah dengan menulis status dengan harapan pembaca tahu bahwa kita sedang ibadah. Misalnya kita menulis status,”Siap-siap untuk cari buka puasa sunnah Senin. Leganya usah Shalat Tahajud atau Shalat Dhuha” dan sebagainya  Untuk ibadah yang bersifat personal seperti puasa Senin-Kamis, Tahajud dan lain-lain tidak perlu diumumkan kepada setiap orang.

Ada yang beranggapan jalan ke surga itu berat dan butuh fisik yang kuat. Sehingga muncul pernyataan bahwa jalur ke surga itu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Semua paham bahwa tiket ke surga adalah hak prerogratif Allah. Umat tidak bisa memastikan seseorang itu pasti masuk surga atau neraka.  Maka dalam Islam kita sering menyebutkan akhir perjalanan hidup manusia ketika kembali ke Rahmatullah dalam posisi akhir yang baik.

 

Jika dirunut lebih lanjut, ada ibadah yang dapat dikerjakan oleh siapa pun karena ringat tanpa perlu mengeluarkan energi besar.  kita bisa mengetuk pintu surga secara rutin. Dengan kata lain, amalan dilakukan setiap hari. bukan menunggu ibadah dimaksimalkan selama Ramadhan.  Apa saja ibadah ringan yang sering kita abaikan?

Sebut saja memberi air minum kepada binatang. Kadangkala kita menemukan umat yang tidak merasa bersalah atau berdosa telah menganiya anjing dengan alasan binatang itu najis atau haram.  Memberi minum kepada binatang menjadi salah satu amalan yang dapat mengantar kita ke surga. Tentu kita masih ingat kisah seorang laki yang memberi minum kepada seorang anjing. Lalu Allah mengampuni dosa-dosanya dan menempatkannya di surga.  Narasi ini diriwayatkan oleh Bukkhari dan Muslim

Rasullullah SAW bersabda “Ketika sedang melakukan perjalanan, seorang laki-laki merasa haus, lalu ia menuju ke sebuah sumur dan minum air. Setelah ia keluar, ternyata ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dan memakan pasir karena kehausan. Lelaki itu bergumam ‘Anjing ini telah merasa kehausan seperti yang telah aku rasakan’. Ia pun kembali menuju sumur dan memenuhi sepatunya dengan air, lalu memberikan minum anjing tersebut. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni segala dosanya. Mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Rasullullah, apakah kita akan mendapatkan pahala dengan memberi minum binatang? Beliau menjawab: ‘Pada setiap limpa yang basah, terdapat pahala’”.

Amalan lainnya yang kita saksikan setiap hari adalah membuang gangguan di jalan seperti membuang paku,  kulit pisang, menyingkirkan batu dan lain-lain yang membahayakan pejalan kaki atau pengemudi lain. apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan warga yang sedang musafir, kerjakan amalan tersebut. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa menyingkirkan gangguan dari jalan kaum muslimin, maka akan dicatat untuknya satu kebaikan, maka ia akan masuk surga” (HR. Bukhari).

Ternyata jalur ke surga itu sangat gampang. Tidak menyiksa binatang, memberi makan atau minum kepada hewan/binatang, membersihkan jalan dari hal-hal yang menyebabkan korban dan lain-lain adalah jalan ringan yang berdampak besar bagi umat yang mengantarkan kita koridor surga.

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.