Hikmah Gerhana

Hikmah Gerhana

GEMA JUMAT, 26 JANUARI 2018

Gerhana matahari maupun bulan merupakan fenomena alam yang ditakdirkan oleh Allah Swt  untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Gerhana matahari terjadi akibat posisi bulan berada di antara matahari dan bumi, sehingga menghalangi cahayanya dan gerhana bulan akibat posisi bumi yang berada di antara matahari dan bulan, sehingga tidak bisa memantulkan cahaya matahari ke bumi.

Pada zaman Nabi Saw terjadi satu kali gerhana matahari, menurut satu sumber pada 29 Rabi’ul Awal tahun 10 Hijriah, karena memang gerhana matahari tidak terjadi, kecuali pada akhir bulan Hijriah, sedangkan gerhana bulan pada pertengahan bulan Hijriah bertepatan dengan meninggalnya putra Rasulullah Saw,  Ibrahim.

Hal ini merupakan takdir Allah Swt, karena masyarakat jahiliyah berkeyakinan gerhana terjadi karena kematian atau lahirnya seorang bangsawan atau yang berkedudukan tinggi, maka Allah Swt  hendak membatalkan keyakinan ini dengan menjadikan gerhana di zaman Nabi Saw bertepatan dengan meninggalnya putra beliau.

Ini untuk menjelaskan, gerhana adalah murni fenomena alam yang ditakdirkan Allah Swt dan tidak ada kaitannya dengan kejadian apapun di muka bumi.

Menurut Abu Raidah, pelajaran penting yang kita bisa ambil dari gerhana matahari maupun bulan adalah: Pertama, keduanya merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Swt  yang menciptakan alam semesta ini, menguasainya, serta mengaturnya. Tidak ada satupun yang dapat menghalangi Allah Swt, ketika Allah berkehendak untuk mengubah aturan alam diluar kebiasaan, sekaligus menunjukkan betapa lemahnya manusia dan agungnya Allah.

Kedua, merupakan kehendak Allah untuk “menasihati” hamba-hambanya dengan mengingatkan mereka dari kelalaian dan dosa. Di mana dengan bertambahnya fitnah dan kerusakan di muka bumi yang sebenarnya karena tingkah laku manusia, maka hikmah Allah Swt berkehendak untuk menyadarkan mereka, dan azab dan siksaan-Nya di neraka lebih pedih dan kekal.

Namun zaman kini, manusia menilai kejadian di bumi hanya dengan kaca mata materi, tanpa menoleh ke sisi syar’i. Mereka mengatakan, ini hanya sekedar fenomena alam biasa, tanpa melihat siapa yang menakdirkannya dan apa tujuannya.

Ketiga, kejadian-kejadian alam tidak ada hubungannya dengan kematian atau lahirnya seseorang, karena jika Allah berkehendak untuk menjadikan sesuatu, maka terjadilah. Jadi murni karena kehendak Allah.  Karena itu, mari kita pertebal iman kita kepada Allah Swt. Sayed Muhammad Husen/voa-islam.com

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.