Persiapan Diri Calon Pengantin

Persiapan Diri Calon Pengantin

GEMA JUMAT, 23 MARET 2018

Pernikahan fase baru kehidupan manusia. Karenanya, setiap pasangan yang ingin membina rumah tangga harus meniatkan bahwa perkawinan merupakan salah satu jalan mendekatkan diri dengan Allah.

Berkaitan dengan pernikahan, Allah berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.

Di dalam surat Adz Zariyat yang artinya “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”

Ketentuan pernikahan juga telah diatur oleh Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang nomor 1 Tahun 1974. Negara mengatur bahwa pernikahan dapat dilaksanakan atas dasar persetujuan kedua calon mempelai. Sementara itu, calon pengantin di bawah 21 tahun harus memperoleh izin kedua orangtuanya.

Pernikahan adalah suatu ibadah sakral. Dari sanalah awal proses lahirnya keturunan-keturunan manusia. Pernikahan juga merupakan langkah menciptakan keluarga baru yang patutnya dipertahankan.

Keutuhan rumah tangga

Negara melihat pentingnya menjaga keutuhan sebuah keluarga. Keluarga yang utuh tercipta apabila keeratannya berlandaskan kepada agama. Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Hamdan,MA  menuturkan pemerintah sudah menyelenggarakan program bimbingan kepada calon pengantin. Program ini bertujuan mempersiapkan diri calon pengantin agar lancar membina rumah tangganya.

Dijelaskan, pemateri berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti perekonomian, akhlak, psikologi keluarga, manajemen keluarga, agama, dan hal lain yang menyangkut pembinaan rumah tangga.

Dalam program bimbingan perkawinan, jumlah pasangan di Aceh yang sudah mengikutinya sebanyak 7845 pasangan. Sedangkan targetnya mencapai 42.000 pasangan. Program ini sempat terkendala pada awal 2018 karena belum ada biaya pelaksanaannya.

Selain calon pengantin, pengantin yang berusia nikah baru tiga tahun pun dipersilahkan mengikuti bimbingan ini. Tujuannya memperkuat pemahaman terhadap pembinaan rumah tangga.

Sampai sekarang, hampir seluruh peserta di kabupaten/kota di Aceh sangat antusias mengikuti bimbingan ini. Bagi yang ingin menikah di Kantor Urusan Agam gratis. Tetapi kalau menikah di luarnya dikenakan biaya untuk Negara Rp 600 ribu.

Perceraian

Tidak seorang pun di dunia ini yang menginginkan terjadinya perceraian. Dampak terbesar dirasakan oleh anak. Hamdan menuturkan, berdasarkan hasil koordinasi Kemenag Aceh dengan Mahkamah Syariah Aceh, diperoleh penyebab perceraian karena faktor tidak pahamnya pasangan terhadap agama.

perceraian.

Katanya, orang yang tidak memahami agama sulit menghadapi tantangan berumaha tangga. Tantangan tersebut dapat berupa terhimpitnya ekonomi, mudah tersulutnya emosi, dan gampang cemburu berat.

“Dengan penyuluhan yang kita laksanakan, semoga angka perceraian di Aceh berkurang,” tutupnya. Zulfurqan

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.