DARI MANA DASAR 26 MARET HARI PERINGATAN PERANG ACEH?

DARI MANA DASAR 26 MARET HARI PERINGATAN PERANG ACEH?

Gema, 28 Maret 2018

Akhir Agustus 1872 Sultan Mahmud Syah menerima sepucuk surat dari Gubernur Hindia Belanda. Isi surat itu menyebutkan Belanda menginginkan Aceh takluk kepada Hindia Belanda. Sultan Mahmud langsung menolak keinginan Belanda itu.

Akibat penolakan Mahmud Syah, Menteri jajahan Belanda di Nederland marah besar, maka 18 Februari 1873 Menteri jajahan Belanda Van De Putte langsung mengintruksikan Gubernur Jenderal Belanda di Batavia Louden untuk segera memulai penyerangan perang terhadap Aceh.

Untuk memenuhi instruksi itu Louden mengadakan sidang khusus Dewan Hindia Belanda di Batavia menyusun teknis penyerangan terhadap Aceh. Keputusan sidang itu lalu “dibeslitka” (di-SK-kan) Gubernur Jenderal Belanda pada 4 Maret 1873.

Beslit 4 Maret 1873 itulah sebenarnya sebagai pernyataan Belanda terhadap perang Aceh. Dan tepatnya 7 Maret 1873 pasukan Belanda berangkat dari batavia menuju Aceh utk melakukan penyerangan terhadap Aceh.

Maka 5 April 1873 terjadilah serangan pertama pasukan Belanda terhadap Aceh yang dipimpin Mayor Jenderal Kohler dengan kekuatan pasukan Belanda mencapai 3.200 pasukan.

Pertanyaannya, dari mana dasar ditetapkan peringatan perang Aceh dgn Belanda pada setiap tanggal 26 Maret, seperti yang ditulis Adli Abdullah di Serambi Indonesia?

Sebab, kalau mengacu pada pernyataan Belanda terhadap perang Aceh didasarkan Beslit yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal di Batavia untuk perang Aceh, itu tertanggal 4 Maret 1873. Demikian juga kalau mengacu pada penyerangan pertama Belanda terhadap Aceh, itu tertanggal 5 April 1873. Lalu dari mana dasarnya 26 Maret ditetapkan hari peringatan perang Aceh dengan Belanda, dimana Aceh memperingati 145 tahun perang Aceh dengan Belanda. (Nabbahani As)

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.