Laknat Allah SWT Kepada Iblis

Laknat Allah SWT Kepada Iblis

GEMA JUMAT, 6 APRIL2018

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

 

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Q.S. Al-A’raf Ayat 16-17)

Ayat ini menerangkan tentang bagaimana sikap Iblis setelah keangkuhannya untuk tidak mau bersujud kepada Adam dan setelah Allah SWT menyuruhnya keluar dari surga dan Allah SWT akan menghukumnya di neraka. Iblis tidak tinggal diam dengan apa yang akan dihadapinya, dia meminta kepada Allah SWT agar diberi waktu untuk menyesatkan keturunan Adam dan ingkar kepada Allah. Terdapat sebuah keyakinan Iblis bahwa ia berjanji akan terus menerus menggoda dan melakukan tipu daya kepada keturunan Adam hingga targetnya sampai, yaitu tidak banyak orang yang bersyukur kepada Allah SWT.

Dari pernyataan di atas, kita dapat menggambarkan konsep tipu daya Iblis dengan segala cara; atas, belakang, kanan, depan dan semua penjuru angin. Iblis tidak akan pernah berhenti berusaha menyesatkan keturunan manusia dari jalan yang lurus. Juga dapat dipahami bahwa Iblis menyiapkan rencana dan berbagai usaha termasuk mengerahkan pengikutnya berupa syaithan dan jin untuk terus-menerus mendatangi manusia dan membisikkan hal-hal yang dapat merusak  agamanya, pekerjaannya, hidupnya dan masa depan di akhirat!.

Dapat kita pahami, bahwa tidak ada amalan dan pekerjaan yang kita lakukan yang lepas dari pantauan Iblis. Jika kita berbuat sesuatu yang buruk, maka Iblis mendukung kita dengan berbagai opini dan ide seolah-olah perbuatan itu bagus, atau dengan bisikan bahwa pada suatu hari nanti kita akan bertaubat dari keburukan yang kita lakukan. Dan kalau kita ingin berbuat baik dan taat, maka Iblis akan menghalang-halanginya dengan membisikkan kita berbagai udzur/halangan sehingga kita urung melakukan kebaikan itu. Iblis tidak menyerah begitu saja, namun bila ia gagal dari sisi ini, maka ia berusaha dengan cara lain sehingga bila tidakpun seratus persen pekerjaan tersebut mendapat ridha Allah SWT, maka Iblis akan mengusahakan pekerjaan atau amal itu menjadi cacat. Baik dengan cara menampakkan sifat riya’, ‘ujub dan takabbur.

Demikianlah sifat Iblis, karena keangkuhan dan kesombongannya ia terhina, namun ia tidak mau bertobat kepada Allah SWT atas sikap sombongnya, bahkan melampiaskan hukuman yang diberikan Allah SWT kepadanya dengan menjadikan manusia sebagai tumbal dan korban dari hukuman yang diterimanya, yaitu dengan memperdayai dan menipu daya manusia dan keturunannya semua. Namun, sebagian dari ‘resep’ untuk dapat menangkal tipu daya iblis adalah dengan dengan selalu meminta perlindungan Allah SWT dari godaan Iblis dan selalu memperbaharui niat ketika sedang melakukan amal dan ketaatan kepada Allah SWT, dan meminta ampun dan meminta taubat di setiap helaan nafas dan langkah kita. Allahumma Inna na’udzubika minasy-syaithanirrajiim.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.