Penggerak Persatuan Ummat

GEMA JUMAT, 6 APRIL2018

 Oleh:  Sayed Muhamad Husen

Pesatuan atau mempersatukan ummat Islam tidak cukup hanya pidato dan kampanye. Tidak memadai disampaikan di mimbar-mimbar dakwah, bahwa ummat harus bersatu dan persatuan syarat kebangkitan ummat. Tidak pula hanya sebagai materi kampanye pentingnya persatuan Islam. Persatuan mestilah menjadi komitmen, gerakan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kita mendapati organisasi pemuda dan remaja yang menjadikan persatuan ummat sebagai komitmen dan doktrin kekaderan.  Organisasi ini mewajibkan kadernya sebagai pemersatu ummat dimanapun berada. Maka kader pun seringkali mengkomunikasikan persatuan ummat sebagai suatu keharusan bersama. Hanya saja dalam praktiknya, tak semua kader mampu menggerakkan persatuan di lingkungannya.

Fakta lain menunjukkan, misalnya, khatib dan  guru pengajian Islam senantiasa mengajarkan, bahwa Islam dibangun Rasulullah dengan semangat persatuan dan persaudaraan Islam, yang dicontohkan dalam membangun masyarakat Madinah. Rasulullah mempersatukan Muhajirin dan Ashar. Pada tingkat ajaran tentu “indah sekali’. Lagi-lagi dalam wujud praktis, tak semua khatib dan guru pengajian mampu berperan sebagai motivator persatuan ummat.

Demikian juga kenyataan dalam masyarakat muslim Aceh. Kita masih saja menyaksikan konflik, gesekan dan pertentangan pendapat yang ujung-ujungnya mengganggu ukhuwah Islamiah. Kita tak perlu sebutkan contoh kasus yang cukup banyak dalam hal pemahaman aqidah, ibadah atau mazhab. Di kantor, lembaga pendidikan, bahkan di masjid bisa saja terjadi ketegangan yang berdampak terhadap melemahnya persatuan dan persaudaraan.

Karena itu, upaya mewujudkan persatuan ummat pada berbagai tingkatan perlu dilakukan  terus menerus dengan target-terget yang terukur. Untuk ini, kita membutuhkan penggerak, motivator  dan keteladan pemersatu. Mereka harus memiliki pemahaman, komitmen  dan bersungguh-sungguh sebagai penggerak persatuan ummat. “Pekerjaan” itu dilakukan terus-menerus,  ikhkas dan tanpa pamrih.

Melihat kondisi Aceh kini, kita membutuhkan cukup banyak penggerak persatuan yang mampu mengajarkan kearifan, membantu pemecahan masalah dan mengarahkan ummat pada konsensus bersama. Mereka juga memotivasi ummat supaya mendukung terwujudnya ukhuwah Islamiah, serta berperan sebagai mediator konflik keummatan. Penggerak persatuan adalah pribadi unggul dan teladan di tengah-tengah muslimin Aceh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.