Menertibkan Lingkungan Masjid Raya

Menertibkan Lingkungan Masjid Raya

GEMA JUMAT, 13 APRIL2018

Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Gampong Baro, atau di samping Masjid Raya Baiturrrahman Banda Aceh kini semakin ‘menjamur’. Meskipun badan jalan dilarang untuk lokasi berjualan.

Setiap hari nampak kedua sisi badan jalan tersebut berjajar puluhan PKL yang menjual aneka snack yang bisa membahayakan pengendara yang melintasi tikungan tersebut. Pihak pemrintah  kota Banda Aceh sudah menjelaskan bahwa aktivitas PKL di kawasan tersebut tidak berizin. Padahal beberapa waktu lalu, para pedagang sudah mediasi ke DPRK Banda Aceh, menuntut agar diberikan ruang taman, yang dulu sering digunakan oleh penjual obat tradisional, menjadi lokasi berdagang PKL.

Mendapat laporan tersebut, Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM  pun turun melakukan kunjungan mendadak ke jalan keliling Masjid Raya Baiturrahman, salah-satu pusat perekonomian di Kota Banda Aceh tersebut, pertengahan bulan maret kemarin.

Walikota bertekad akan menata Jalan Chik Pante Kulu yang merupakan pusat perdagangan di Pasar Aceh menjadi lebih rapi dan indah. “Ini akan kita tata rapi dan indah, kita buat atap dan lantainya kita percantik, bisa dengan keramik atau sejenisnya,” ujar Wali Kota saat itu.

Menurut Walikota, jalan yang berada di samping Masjid Raya Baiturrahman ini sudah sangat semrawut dan perlu ditata kembali sehingga terlihat indah dan rapi. Pengerjaannya direncanakan akan dimulai tahun ini.

Saat itu, Aminullah meminta dinas terkait  melakukan komunikasi dengan Forum Pedagang Kota Banda Aceh. Katanya, sebelum pengerjaan dimulai akan dilakukan sosialisasi dan pedagang diharap dapat memberikan dukungan.

Sikap Tegas

Geusyiek Gampong Kp. Baro Tgk. Marwan Yusuf menyatakan, member dukungan penuh atas kebijakan Walikota Banda Aceh dalam menertibkan para pedagang dan tukang parkir di seputaran Masjid Raya, Baiturrahman Banda Aceh.

“Kami berharap ada sikap tegas dari Pemko untuk menyelesaikan masalah yang selama dialami oleh masyarakat dan pengguna jalan, khususnya, Jalan Cut Ali dan Syik Pante Kulu,” kata Tgk Marwan kepada Gema Baiturrahman, Kamis (12/4).

Dalam sepekan terakhir, pihaknya juga telah mendata para pedagang yang berjualan di seputaran Masjid Raya. Pendataan tersebut untuk mengetahui dengan jelas identitas pedagang yang berjualan di seputaran tersebut. “Apalagi, dilokasi itu sudah jelas tidak dibenarkan berdagang dan jual-beli. Baik aturan dari Pengurus Masjid dan Pemko Banda Aceh,” jelas Marwan.

Selain itu, kata Marwan pihak gampong menertibkan Parkir yang semakin ambradul, di sepanjang jalan Tgk Chik Pante Kulu dan Cut Ali. Jangankan untuk dilewati oleh roda empat dan roda tiga, untuk penjalan kaki saja sudah sangat terganggu dengan pegangang dan parkir kenderaan.

Seharusnya, lanjut Marwan pemilik motor dapat menggunkan fasiltas pakir  Parkir Bawah Tanah Masjid Raya, Lebih Aman dan tarifnya juga Murah. “Jika mau sama-sama lebih tertib, pemilik kenderaan harus sadar, bahwa memarkir kenderaan di basement Masjid Raya, jauh lebih aman dibandingkan parkir di pinggir jalan seperti itu,”tegasnya.
Marwan mengajak semua pihak, untuk sama-sama mencari solusi terbaik untuk para pedagang yang salama ini terkesan kian menggangu ketertiban dan kenyamanan sepanjang lingkungan Masjid Raya Baiturrahman.

Marwan menawarkan, sebaiknya para pedagang dipindahkan ke Gedung Pasar Aceh, karna banyak ruangan disana yang masih kosong. Syaratnya, pemerintah membantu subsidi biaya harga sewa. Sehingga, persoalan ini dapat tertasi dengan baik, tanpa merugikan pihak manapun. marmus

 

 

 

 

 

 

    

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.