Siapkan Kader Imam Shalat Ideal

Siapkan Kader Imam Shalat Ideal

GEMA JUMAT, 13 APRIL2018

N abi Muhammad saw b e r s a b d a salat berjamaah lebih baik 27 derajat daripada melaksanakan salat sendiri. Karena kedudukannya yang sangat mulia, Rasulullah bahkan tetap meminta Abdullah bin Ummi Maktum salat berjamaah. Padahal, Rasulullah tahu Abdullah buta.

Salat jamaah memerlukan seorang imam. Fungsi imam adalah memimpin gerakan salat. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (UPTD PPQ) Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Ridwan Johan menjelaskan sejumlah kriteria imam salat ideal. Hendaknya, imam salat sosok fasih membaca Alquran, mengerti tajwid, makharijul dan sifat huruf, dan tajwid. Penguasaan ketiga ilmu tersebut akan membuat bacaan Alquran tertib serta terdengar nyaman.

Apabila ada dua orang yang memiliki kemampuan tersebut, maka dipilih salah satu yang paling banyak mengahafal ayat Alquran dan hadis. Jikapun kedua orang itu masih sama kemampuannya, maka dipilih orang yang paling dahulu menjadi alim. “Pada masa Islam berkembang, dipilih orang yang duluan masuk Islam menjadi imam,” pungkanya yang juga Sekretaris Imam Masjid Raya Baiturrahman ini kepada Gema Baiturrahman.

Ridwan menjelaskan kriteria imam ideal lainnya berdasarkan umur. Orang  yang lebih tua lebih ideal dibandingkan yang masih muda. Di samping itu, seorang imam mesti memiliki akhlak mulia. Seorang imam tidak boleh begitu saja menjadi imam di kampong orang lain sementara di kampung itu sudah ada imamnya. “Itu akhlak, kecuali mereka mempersilahkannya. Jadi, mereka menunjuk kita, itu baru boleh (mengimami salat). Imam tidak boleh minta,” imbuhnya.

Tata cara pelaksanaan salat terkadang terdapat sejumlah perbedaan. Misalnya, ada salat jamaah subuh di suatu kampung tidak membaca kunut. Tindakan seorang imam yang dating dari luar kampung tersebut harus membaca kunut, meskipun biasanya ia tidak membacanya, dan sebaliknya.

Seorang imam harus disenangi jamaahnya, pergaulannya baik, dan menjadi contoh teladan. Secara umum imam di Aceh sudah baik. Bahkan beberapa imam di masjid-masjid sudah ada yang hafiz Alquran. “Tapi yang paling utama adalah yang fasih baca Alquran dan iram salatnya tidak dibuatbuat,” lanjutnya.

Ia menambahkan, imam salat perlu memerhatikan kondisi jamaah. Oleh sebab itu, imam seyogianya tidak

membaca ayat Alquran terlalu panjang bila ada jamaah yang tidak sanggup berlama-lama karena sudah tua, atau ada perantau yang terburu-buru.

Ustaz Fakhruddin Lahmuddin menjelaskan orang yang paling berhak menjadi imam setelah syarat-syarat umum terpenuhi. Mayoritas mazhab, Maliki, Hambali, dan Syafii mendahulukan paling alim fikihnya untuk menjadi imam. Karena itu, ia akan benar-benar paham apa yang membatalkan, perbuatan sunat, dan rukun salat daripada orang yang paling bagus bacaannya. Namun, berdasarkan mazhab Hambali, yang paling berhak mengimamai salat adaah yang paling bagus bacaan Alquran, tentu memahami fikih salat.

“Kalau menggabungkan pendapat ini, maka yang paling ideal menjadi imam salat itu alim, paling bagus bacaan Alquran, paling baik akhlaknya. Orang fasik makhruh menjadi imam,” terangnya.

Bacaan salat imam sangat berpengaruh membuat jamaah merasa nyaman. “Betapapun kealimannya di bidang agama, tetap kalau bacaannya tidak enak jamaahnya tidak nyaman,” lanjutnya.

Alangkah baiknya lagi kalau imam itu hafal Alquran. Imam dapat membaca ayat Alquran secara berurutan dalam setiap salat, hingga mengkhatamkan Alquran. Dalam mazhab Syafi i, ketika melaksanakan salat sunat tarawih di bulan Ramadhan, sunat mengkhatamkan Alquran. Keutamaan membaca Alquran berlipat ganda dalam bulan puasa. Zulfurqan

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.