Perlu Inovasi Dakwah Sesuai Tuntunan

Perlu Inovasi Dakwah Sesuai Tuntunan

GEMA JUMAT, 20 APRIL2018

Akhmad Rizal, MA – Da’i Alumni Cairo Mesir

Penampilannya sangat bersahaja dengan baju kurung khas syekh Arab membuat H. Akhmad Rizal (43 tahun) tampak lebih berwibawa, apalagi sehari-hari murah senyum dengan siapa saja. Pria kelahiran Banda Aceh 26 Juni 1975 ini selain da’i, juga mengisi pengajian dan halaqah di berbagai masjid seperti pengasuh Pengajian Tafsir di Masjid Lueng Bata setiap Jumat malam. Selain itu ayah lima putra-putri ini mengasuh pengajian Ahad di Masjid Raya Baiturrahman dan dipercayakan sebagai Imeum Syik Masjid Jamik Lueng Bata.

Menurut alumni S2 UIN Ar Raniry jurusan Fiqih Modern (2016), persoalan ummat saat ini adalah tidak merapatkan barisan ukhuwah, sehingga tampak tidak padu. Oleh karena itu solusinya harus meningkatkan semangat ummat dalam memaknai persatuan ummah. “Bentuk dakwah yang efektif di era abad modern sekarang, yaitu dengan inovasi dakwah dalam format apapun asalkan tidak menyimpang dari aturan dan tuntunan,” ujarnya. Selain itu para da’i harus cerdas menginovasi dakwah, terutama untuk anak-anak dan remaja. “Da’i harus masuk ke seluruh lini kehidupan masyarakat,” tambahnya mantap.

Ia juga mengingatkan agar Islam disyiarkan dengan penuh hikmah dan mau’idhah hasanah serta berdakwah dengan tulus ikhlas karena Allah. Selain itu perkuat diri dengan ilmu. Pepatah Arab dalam berdakwah mengatakan : “Kun kasy syajar yarmihin nasa bil hajar, Fayarmi ilaihi bil hajar”.

Suami dari Hj. Fitri Yuslina menempuh pendidikan MIN Sukadamai (1989), MTsN 1 Banda Aceh (1992), MAN 1 Banda Aceh (1995), selanjutnya tahun 1995 berangkat ke Universitas Al Azhar Cairo Mesir untuk kuliah di jurusan Syariah Islamiah, tamat tahun 2011. Ia mengaku lama menetap di Mesir sampai 15 tahun untuk kuliah sambil bekerja di sebuah jasa travel. Maklum, Ust Rizal menjadi yatim di saat berumur 18 tahun sehingga harus berjuang keras untuk hidup dan sukses meskipun terlambat memperoleh ijazah. Anak keempat dari 9 bersaudara ini selama di negara Piramida itu memang suka mengikuti halaqah ilmu dengan para ulama di Mesir. Saat ini banyak teman-teman alumni ketika belajar di Mesir telah menjadi imam di Masjid Assalam, Abbas Aqad Cairo Mesir.

Pulang dari Mesir, Akhmad Rizal melanjutkan pendidikan S2 di UIN Ar Raniry. Sambil kuliah, ia diberi kesempatan mengajar untuk mahasiswa S1 di UIN jurusan Hadis Ahkam dan Fikih Munakahat. Anak pasangan alm Tgk Amiruddin dan Hj. Ainun Jariah ini memang aktif di mana-mana termasuk di organisasi sosial dan keagamaan. Selain Direktur Utama Cairo Travel Service (CTS) dalam usaha bidang jasa dan perjalanan wisata religi ke negara Mesir, Malaysia dan Brunei juga Arab Saudi dalam rangka umrah. Tidak hanya itu, Ustazd Rizal juga menjadi salah seorang Pengurus Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT), Pengurus IPQAH Aceh, anggota IKADI Aceh dan anggota Bakomubin Aceh. (Baskar)

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.