Mensyukuri Dewasanya Anak

Mensyukuri Dewasanya Anak

Gema, 26 April 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Saudaraku, merujuk pada siklus kehidupan manusia secara alamiah, maka usia dewasa merupakan puncak pertumbuhan fisik lahiriyah setiap orang daripada masa sebelum atsu sesudahnya. Kecantikan wajah dan ketampanan rupa menjadi lebih sempurna pada usia dewasa. Kekuatan fisikpun juga mendapatkan momentum masa prima.

Meskipun tidak berbanding lurus, maka dimensi intelektualitas akal, sensitifitas emosional perasaan dan spiritualitas hati idealnya sudah nenemukan jati dirinya dan harus terus mendaki bertaraki menuju ilahi menyongsong di usia tua.

Oleh karena itu perlu rasanya kita sebagai orangtua untuk mengingat kembali tentang akhlak mensyukuri anak ketika sudah menginjak masa dewasa

Pertama, menyakini sepenuh hati bahwa saat anak kita mencapai usia dewasa menandakan lengkapnya kesempurnaan bagi orangtua dalam mengantarkan anaknya ke jenjang kemandirian. Masa ini cenderung dinaknsi sebagai masa transisi menuju kemandirian, baik aspek sosial ekonomi, tangging jawab maupun aspek spiritual.

Kedua, bersyukur dengan memperbanyak mengucapkan alhamdulillahirabbil alamin, di samping kita sendiri sebagai orangtua sudah meliwati masa dewasa, kita juga diberi kesempatan membesarkan dan mendidik anak sehingga mereka sampai di usia dewasanya.

Ketiga, iman Islam menuntun kita untuk memenuhi kewajiban sebagai orangtua yaitu menikahkan putra putri kita yang telah beranjak dan dewasa. Karena demi kelestarian dan keberlangsungsan generasinya hanya masa inilah fase ideal yang lebih memungkinkan bagi tercapainya tujuan berkeluarga.

Sudah tidak zamannya lagi, orangtua mengulur-ngulur dan menahan-nahan putra putrinya untuk berkeluarga ketika mereka sudah menghajadkannya.

Keempat, memastikan pendidikannya telah mengantarkan putra putrinya ke jenjang kemandirian, baik sosial ekonomi, kemasyarakatan apalagi sosial agama. Sedikit demi sedikit anak-anak yang telah beranjak dewasa sudah memulai menggantikan peran-peran yang selama ini dipegang oleh orangtuanya.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.