Memperjuangkan Umrah Melalui Banda Aceh

Memperjuangkan Umrah Melalui Banda Aceh

GEMA JUMAT, 11 MEI 2018

Drs. H. Sulaiman Abda, MSiKetua Umum IPHI

 

Sosok yang akrab disapa Bang Leman ini telah cukup berpengalaman di dunia organisasi yang digelutinya sejak masih mahasiswa di FKIP Unsyiah hingga sekarang. Pria kelahiran Pidie, 18 Agustus 1958 ini merupakan mantan Ketua Partai Golkar Provinsi Aceh era 2009 – 2015.  Drs. H. Sulaiman Abda, MSi memang profil politisi yang mampu bersinergi dengan banyak pihak dalam rangka membangun Aceh. Pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil, namun memutuskan berhenti karena aktif di partai politik. Bersyukur, namanya tidak pernah masuk dalam daftar orang-orang yang bermasalah dengan hukum.

Kedekatannya dengan berbagai kalangan patut diacungi jempol, bahkan saat menjadi anggota DPRA, ayah 4 putra ini sering berada di lapangan sampai pelosok desa bersama rakyat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai pembangunan sekaligus mencarikan solusi bila ada hal-hal yang ditemukan. Meski kerap berbicara lantang, namun sesungguhnya pria berperawakan gemuk ini berhati mulia, tidak pernah dendam dengan siapapun walaupun terhadap orang yang pernah mengkhianatinya.

Sulaiman Abda dipercayakan sebagai ketua PW-IPHI  Aceh periode 2012 – 2017 menggantikan Drs H. A. Rahman TB, Lc.  Selama memimpin organisasi haji ini, ia bersama pengurus lainnya telah berhasil membangun kantor IPHI Aceh berlantai dua yang representatif di Jl. Tgk Chik Kuta Karang Kuta Alam. Program lain yang tergolong berhasil adalah upaya memberangkatkan jamaah umrah Aceh melalui bandara Sultan Iskandar Muda sejak setahun lalu, yang sebelumnya via Medan dan Kuala Lumpur. “Sekarang saya berharap jangan ada lagi travel yang memberangkatkan jamaah umrah melalui bandara lain selain bandara SIM,” tegasnya.

Ditemui di sela-sela rapat evaluasi panitia Rakernas XIV, mantan Manajer Persiraja Banda Aceh (1996-1997) ini menjelaskan pihaknya bersama pemerintah Aceh dan DPRA telah melakukan pendekatan dengan pihak maskapai Garuda, Kementerian Agama dan Dubes Arab Saudi untuk memperjuangkan pemberangkatan jamaah umrah dari Banda Aceh langsung ke Jeddah atau Madinah. Di samping itu pemerintah diharapkan terus melakukan pendekatan dengan pemerintah Arab Saudi untuk kemungkinan penambahan kuota haji untuk Indonesia sehingga mengurangi masa waiting list.

Mantan Ketua DPD KNPI Aceh tahun 1991-1994, juga dikenal sebagai politisi yang dekat dengan masjid. Sehari-hari, ia sangat sosial terutama dalam membantu tempat-tempat ibadah dan fakir miskin. Ia dipercayakan sebagai ketua pembangunan masjid Al Jihad Jeulingke tempat ia bermukim.

Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IPHI yang akan berlangsung di Asrama Haji Banda Aceh 13 Mei lusa, usai Rakernas wilayah se Sumatera (11-12 Mei), ia berharap akan terbentuk Pengurus IPHI yang lebih capable, periode 2018 – 2023. “Saya biar duduk sebagai Pembina atau penasehat saja,” ujar mantan Sekretaris Umum KONI Aceh, 1995 – 2000.

Di mata anak-anaknya Ahmad Ricky Suhady, Ahmad Mirza Safwandy, Ahmad Haiqal Asri dan Ahmad Khemal Pasha, ayahnya Sulaiman Abda adalah sosok panutan. “Jangan coba – coba meninggalkan shalat atau tidak hadir shalat berjamaah di masjid tanpa alasan yang jelas, bisa menjadi masalah bagi ayah,” kata salah seorang anaknya. Bersama almarhumah isterinya Dra. Hj. Hausmini, M.Pd telah berhasil mendidik anak-anaknya menjadi sarjana bahkan master dibarengi dengan pendidikan agama yang memadai. Setelah 2 tahun lebih menduda sejak isteri pertamanya meninggal 25 Mei 2015, Sulaiman Abda memutuskan menikah lagi dengan Hj. Mustika Hayati S.Sos MM pada 9 September 2017. Baskar

 

 

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.