Syiarkan Ramadhan dengan Tahfidz

Syiarkan Ramadhan dengan Tahfidz

GEMA JUMAT, 11 MEI 2018

Pengantar: Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu muslimin sedunia, karena Ramadhan bulan istimewa dan pahala berlipat ganda. Kaum muslimin juga berloma-lomba mensyiarkan Ramadhan dengan berbagai kegiatan pengkaderan, aneka lomba keislaman dan yang lagi tren adalah tahfidz Al-Quran. Untuk itu, wartawan magang Gema Baiturrahman, Rayyan Sofyan dan Adi Novanta kami tugaskan menggali informasi rencana beberapa lembaga yang akan menyelengarakan tahfidz pada bulan Ramadhan nanti, seperti Rumah Qur’an Aceh (RQA), Dayah Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Pagar Air, Pesantren Darul Qur’an dan Masjid Raya Baiturrahman (MRB). Selamat membaca. Editor: Sayed Muhammad Husen.

Rumah Quran Aceh (RQA) akan mengadakan program Daurah Tahfidzul Quran khusus bulan Ramadhan. Program ini terdiri dari kelas intensif dan reguler. Pendaftaran telah dibuka 16 April sampai dengan 4 Mei 2018. Untuk kelas intensif diadakan Sabtu Ahad dimulai 12 Mei hingga 3 Juni 2018. Sedangkan kelas reguler Senin hingga Jum’at.  Kelas reguler dimulai 14 Mei sampai dengan 8 Juni 2018.

Pendiri RQA, Farhati M Tatar, M. HSc, Psy mengatakan, daurah ini terdiri dari tiga  program, Iqra’, Tahsin dan Tahfidz agar mudah menempatkan peserta sesuai dengan kemampuannya. “Kita perlu tahu tingkat kemampuan peserta dalam baca Al-Quran. Jika tahsinnya belum benar, tidak boleh lanjut ke tahfidz,” katanya.

Kegitan tahfidz akan berlangsung  di Sekretariat RQA Jalan Kemuning Raya Nomor 6, Sektor Timur Baru, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Farhati menambahkan, program ini dilatar-belakangi masih banyaknya orang muslim yang belum lancar membaca Al-Quran, terutama mahasiswa. “Harapannya, dapat mengubah masyarakat supaya bisa baca Quran dan dengan ini pula kita semua dapat masuk surga” tutup Farhati.

MUQ Pagar Air

Sementara di Dayah Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pagar Air, Program Tahfidzul Qur’an bukan pertama kali dilakukan di lingkungan pesantren ini. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini adalah tahun perdana dilaksanakan program tahfidzul Qur’an dibuka secara umum. Sebelumnya hanya diikuti santri-santri di lingkungan pesantren saja.

Menurut Ketua Program Tahfidz MUQ, Kausar, kegiatan ini memiliki tiga program, yaitu, Program Karantina, Non Karantina dan Program Muraja’ah 30 Juz Bersanad.

Program karantina dijadwalkan selama 15 hari dengan target menghafal 10 juz. Dalam program ini ada pula tahfidz dan muraja’ah bersanad Rasulullah. Sedangkan program Non-Karantina berlangsung 20 hari dengan target hafalan empat  Juz dengan waktu empat jam sehari.

“Peserta yang telah kami nyatakan lulus 285 orang diantaranya, program karantina 100 peserta, dan non karantina sebesar 185 peserta,” kata Kausar.

Mekanisme menghafal Al-Quran, katanya,  peserta diwajibkan menghafal tujuh lembar sehari, karena dalam satu juz terdiri dari 10 lembar. Jika dikalkulasikan, tujuh lembar selama 15 hari, maka target yang ditetapkan telah tercapai sebanyak 10 juz.

Menurut Kausar, program tahfidz bertujuan, para santri yang sudah hafal Quran supaya membiasakan muraja’ah.  Kemudian membimbing mereka yang bukan sekolah di pondok tahfidz dan ingin menghafal Quran, serta menjadikan momen Ramadhan ini untuk membimbing mereka. “Dengan program tahfidz menjadi langkah awal dalam membentuk karakter qur’ani pada diri seseorang,” kata kausar.

Darul Qur’an

Dayah Darul Qur’an Aceh di Samahani Aceh Besar juga melaksanakan Program Tahfidz Qur’an selama dua minggu pada Ramadhan 1439 hijriah di kampus dayah tersebut.

Menurut  panitia pelaksana, Sayed Abduh,  program tersebut inisiatif Darul Quran yang akan menerima sekitar 80 terdiri,  40 pria dan 40 wanita yang ingin menghafal Al-Qur’an dengan batasan umur 12 – 25 tahun.

Ia menambahkan,  bagi yang ingin menghafal Al-Qur’an dapat mendaftar ke Dayah Darul Qur’an dengan biaya pendaftaran 1,5 juta rupiah.

Katanya lagi, para peserta akan dibagi dua kelompok, pertama kelompok penghafal (tahfidz) dan kelompok pembenaran tajwid (tahsin). Para penghafal Qur’an ini nantinya juga akan dikarantina selama mengikuti program.

“Peserta tidak dibebani target menghafalkan Al-Qur’an 30 juz. Yang penting mereka maksimal menghafal sebanyak yang mereka mampu,” kata Sayed.

Masjid Raya

Menurut Munawir Darwis, Program Tahfidz Al-Qur’an juga dilaksanakan oleh Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, pada satu sampai dengan 20 Ramadhan.

“Kita rencanakan diikuti 150 peserta laki-laki dan perempuan, yang dibagi dalam tiga program, program full day, setengah hari dan program khusus itqan,” kata Munawair.

Program full day ditargetkan peserta dapat menyelesaikan lima  juz selama 20 hari,  bagi  yang mengambil program setengah hari mereka hanya diharuskan menyelesaikan seberapa mereka mampu saja. Untuk Program Itqan dikhususkan kepada para hafidz dan hafidzah yang sudah memiliki hafalan, namun ingin melancarkan kembali hafalan mereka.

Menawir menginformasikan, pendaftaran pserta sudah dibuka sejak 15 April hingga 5 Mei 2018. Setiap peserta dibebankan biaya 25 ribu rupiah untuk administrasi.

“Insya Allah di akhir program akan dilaksanakan wisuda peserta dan akan diberikan penghargaan bagi yang tebaik selama program,” ujarnya.

Menurutnya, program tahfidz selama Ramadhan 1439 hijriah  di MRB mendapat dukungan penuh dari Imam Besar dan Pengurus MRB.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.