Mensyukuri Sedekah

Mensyukuri Sedekah

Gema, 12 Mei 2018

Saudaraku, bila kita mencermati makna kata sedekah, secara etimologi seperti yang sudah sering disampaikan oleh para ulama para bijak bahwa kata sedekah berasal dari bahasa Arab shadaqah, serumpun dengan kata shidiq yang bermakna benar. Berarti sedekah adalah kebenaran dan kebenaran membawa kebahagiaan.

Kebetulan kata benar bahasa Inggrisnya right yang di samping bermakna benar, juga bermakna kanan. Dengan demikian tentang amalan sedekah disarankan menggunakan otak kanan yang tidak perlu banyak mikirnya. Mikir-mikir adalah kerja otak kiri yang ujung-ujungnya jangan-jangan tidak jadi mengeluarkan sedekah. Karena kiri bahasa Inggrisnya left yang juga bermakna ketinggalan. Jadi supaya tidak ketinggalan (rezeki, informasi, ilmu, jaman, masuk surga), maka harus sedekah. Bahkan khusus untuk amalan sedekah ini akan disediakan pintu khusus di surga yang akan dilalui oleh orang-orang yang bersedekah.

Seberapa sering, banyak dan ikhlasnya amalan sedekah yang dikeluarkan akan menentukan tingkat kemajuan dan skala kebahagiaan (baca tingkatan surga)nya.

Allah berfirman ”Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS Al-Baqarah 267)”

Nabi Muhammad saw bersabda, “Bagi setiap orang yang beramal terdapat sebuah pintu khusus di surga yang dia akan dipanggil melalui pintu tersebut karena amal yang telah dilakukannya.” [HR. Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah)

Oleh karena itu layak bagi kita untuk mengembangkan akhlak mensyukuri sedekah.

Pertama, bersyukur dengan meyakini sepenuh hati bahwa sedekah disyariatkan dalam Islam karena ia menjadi tiang utama ketercukupan, kekayaan dan kebahagiaan.

Kedua, bersyukur dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahurabbil ‘alamin atas amanah yang dianugrahkan Allah atas kita sehingga dapat mengukuhkan amalan sedekah.

Ketiga, meluruskan niat bahwa sedekah hanya untuk meraih keridhaan Allah ta’ala, tidak ada interes atau kepentingan lain.

Keempat, bersedekah hanya dengan sesuatu yang terbaik yang kita miliki dan halal, sesuatu yang kita sukai.

Kelima, mendawamkan bersedekah, meskipun sedikit, syukur-syukur bisa melakukannya dengan berlebih.

Keenam, sedekah dengan terang-terangan, tetapi lebih elok bila dapat dilakukannya secara tersembunyi; biarlah Allah saja yang mengetahuiNya.

Ketujuh, tidak mengingat-ingat lagi sedekah yang telah dilakukannya, apalagi mengungkit-ungkitnya. Hal ini dimaksudkan agar pahala dan keberkahan sedekah senantiasa terjaga.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.