Belajar dari Lebah

Belajar dari Lebah

GEMA JUMAT, 18 MEI 2018

Oleh H. Basri A. Bakar

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Fussilat : 53)

Lebah merupakan binatang berbadan kecil menyerupai lalat, namun karakter dan gaya hidup keduanya sangat berbeda jauh. Kalau lalat menyukai tempat-tempat yang ktor dan memakan makan yang busuk dan apa saja, namun lebah hidup di lingkungan yang bersih dan memakan saripati bunga dan makanan yang higine serta menghasikan madu yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Madu dan lebah memiliki keistimewaan yang luar biasa sehingga tercantum dalam surat tersendiri di dalam Al-Quran yaitu Surat An Nahl. Kajian khasiat madu secara ilmiah juga telah diteliti oleh ilmuwan Muslim terkemuka di era keemasan Islam, yakni Ibnu Sina (890-1037). Bapak kedokteran dunia dan pemikir muslim agung di abad ke-10 M itu tercatatat sebagai dokter yang mengulas mengenai khasiat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran.

Banyak peneliti yang mengkaji tentang binatang yang satu ini, dari mulai keunikan struktur tubuhnya hingga madu yang diproduksi. Sengatan lebah pun dipercaya dapat dipergunakan untuk terapi yang berfungsi menyembuhkan beberapa penyakit. Menurut penelitian ilmiah, indera pembau seekor lebah dapat membedakan bau wangi dari 40 jenis bunga yang berlainan. Dan ini sungguh sesuatu yang mengagumkan.

Dari dua binatang bertubuh kecil ini mari kita belajar untuk kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Seekor lebah dapat menemukan bunga dengan cepat, sedangkan lalat mudah menemukan kotoran. Lebah menjadi kaya dengan madu  yang dihasilkan, sedangkan lalat kaya dengan kuman penyakit yang ditebarkan. Oleh karena itu jadilah seperti lebah, jangan mencontoh lalat. Jika kita seperti lebah yang menghasilkan madu, maka orang-orang di sekeliling kita juga akan mencicipi manisnya. Tapi jika kita seperti lalat, maka kuman yang kita tebarkan akan mencelakakan orang banyak.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.