Mensyukuri Keutamaan Nabi Ibrahim

Mensyukuri Keutamaan Nabi Ibrahim

Gema, 24 Mei 2018

Saudaraku, di antara keutamaan yang disediakan oleh Allah bagi orang beriman yang melaksanakan qiyamu Ramadhan terutama shalat tarawih pada malam kedelapan adalah memperoleh keutamaan sebagaimana keutamaan yang diterima oleh Nabi Ibrahim as.

Dalam iman Islam, Nabi Ibrahim memiliki banyak keutamaan. Di antaranya sebagai bapak para nabi monotheisme sebagai awal rangkaian dalam agama-agama besar samawi, agama dari langit karena diturunkan oleh Allah, Yahudi, Nasrani dan Islam. Di samping itu saking dekatnya dengan Allah, Nabi Ibrahim juga bergelar khalilullah (teman kesayangan Allah).

Saat hidupnya, Nabi Ibrahim bersama anaknya, Ismail, dikenal sebagai pendiri Baitullah di Mekah al-Mukaramah, dan diangkat menjadi nabi yang diutus kepada kaum Kaldān yang terletak di negeri Ur, yang sekarang twrmasuk kawasan Irak.

Dalam sejarah kemanusiaan Nabi Ibrahim merupakan sosok teladan utama bagi umat Islam dalam berbagai hal. Ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha merupakan beberapa perayaan untuk memperingati sikap bakti Ibrahim terhadap Allah. Ibrahim termasuk golongan manusia pilihan di sisi Allah, serta termasuk golongan rasul ulul azmi bersama Nuh, Musa, Isa dan Nabi Muhammad saw. Nama Ibrahim diabadikan sebagai nama sebuah surah, serta disebut sebanyak 69 kali di Al-Qur’an.

Alkah berfirman, sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing) Qs. Ali Imran 33

Di antara mukjizat yang Allah anugrahkan kepada Nabi Ibrahim adalah kemampuan menghidupkan burung yang sudah mati. Sewaktu Ibrahim telah bertekad memerangi perilaku syirik dan penyembahan berhala, ia masih ingin meneguhkan keimanannya terlebih dahulu sehingga dapat menenteramkan kalbu. Maka Ibrahim memohon kepada Allah, agar diperlihatkan kepada dirinya tentang cara Allah menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.

“…dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Wahai Tuhanku, perlihatkanlah kepada diriku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman, “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab, “Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap.” Allah berfirman, “Ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggilah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” Qs. Al-Baqarah 260.

Mukjizat Nabi Ibrahim yang paling populis adalah tidak mempan dibakar dalam perapian Raja Namrud. Kami (kata Allah) berfirman, “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim. Qs. Al-Anbiya’ 21:69.

Dan tentu masih banyak sekali keutamaan dan keistimewaaan Nabi Ibrahim as, baik pribadi maupun sebagai kepala rumah tangga bersama keluarganya. Oleh karena itu kita layak mengedepankan rasa syukur kepada Allah telah memberikan keistimewaaan seumpama keutamaan Nabi Ibrahim bagi orang beriman yang menunaikan qiyamu Ramadhan malam kedelapan.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa keutamaan Nabi Ibrahim telah menjadi keteladanan agung ya g menyejarah bagi manusia secara umum dan umat Islam secara khusus.

Kedua, bersyukur dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahi rabbil ‘alamin Allah masih memberi kesempatan bagi hamba-hambaNya untuk menambah bekal masa depan dunia akhirat melalui pundi-pundi pahala melalui malam-malam Ramadhan 1439 ini.

Ketiga, bersyukur dengan langkah konkret seperti berusaha meneladani keistiqamahan Nabi Ibrahim dalam berakidah, sikap kepasrahannya pada Allah, dan kesabarannya dalam menghadapi ujian.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.