Mensyukuri Kebaikan Dunia Akhirat

Mensyukuri Kebaikan Dunia Akhirat

Gema, 26 Mei 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Saudaraku, siapa sih di antara kita yang tidak menginginkan kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat? Saya yakin jawaban kita semua sama, yaitu menginginkan kebaikan keduanya. Nah, kali ini kita ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw tentang salah satu cara memperoleh keutamaan berupa kebahagiaan di dunia dan akhirat, yaitu dengan qiyamu ramadhan terutama melakukan shalat tarawih pada malam kesepuluh ini.

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. Qs. Al-Baqarah 201-202

Normativitas di atas menyatakan bahwa kebahagiaan baik di dunia dan di akhirat mesti diupayakan, wajib diikhtiarkan di samping dengan doa. Nah shalat sejatinya adalah doa hamba kepada khaliqnya, maka shalat tarawih terutama malam kesepuluh menjadi kondisioning terkabulnya doa untuk bahagia di dunia dan akhirat.

Sekali lagi, konsep Islam tentang bahagia itu adalah memperoleh kebahagiaan yang sempurna baik di dunia maupun akhirat, bukan pada salah satunya. Karena sejatinya tidak mungkin memporelah jebahagiaan pada salah satunya, misalnya bahagia di dunia, tapi di akhirat celaka; atau serangsara di dunia tapi di di akhirat mendapat surga.

Untuk meraih kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat, Allah berpesan, Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Qs. Al-Qasas 77

Oleh karena itu layak bagi kita mensyukuri keutamaan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa rasa bahagia dapat dianugrahkan kepada hamba-hamba pilihanNya, siapapun ia yang mengusahakannya.

Kedua, memperbanyak ucapan dengan lafald slhamdulillahirrabil’ alamin Allah memberi karunia berupa rada bahagia sejak sekarang di dunia ini dan insyaallah sampai di akhirat nanti.

Ketiga, bersyukur dengan langkah konkret, seperti tetap berdoa seraya mengikhtiarkan kebahagiaan sejak sekarang di dunia ini.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.