BERTEMUNYA DUA KEUTAMAAN

BERTEMUNYA DUA KEUTAMAAN

GEMA JUMAT, 1 JUNI 2018

Ust. Ir. Faizal Adriansyah, M. Si (Kepala Pusat Kajian dan Diklat Aparatur IV LAN Wilayah Sumatera)

Alhamdulillahi, kita bersyukur kepada Allah masih dalam naungan bulan suci Ramadhan. Hari ini adalah 16 Ramadhan 1439 H, tidak terasa Ramadhan begitu cepat berjalan dan akhirnya akan meninggalkan kita. Ramadhan selalu hadir setiap tahun selama dunia masih ada, tapi kita semua tidak selalu bersama Ramadhan, ada saatnya Ramadhan hadir kita sudah tidak ada lagi di dunia ini. Untuk itu marilah kita maksimalkan ibadah kita di bulan mulia ini, tidak ada jaminan kita masih ketemu Ramadhan tahun depan.

Hari ini adalah hari Jumat atau Yaumil Jumah. Hari Jumat disebut juga Syaidul Ayyam artinya pemimpin atau penghulu segala hari. Bulan Ramadhan disebut juga Syaidul Shuhur artinya penghulu segala bulan. Saat ini kita berada didua waktu yang “istimewa”. Maka jangan sia-siakan ini semua, jangan biarkan detik, menit dan jam yang dahsyat ini berlalu tanpa makna. Isilah saat istimewa ini dengan meraih ampunan Nya dan bermunajat untuk mendapatkan rahmat dan keberkahan Nya di dunia dan di akhirat.

Yaumil Jumah  disebutkan dalam hadist memiliki keutamaan antara lain; diciptakan Nabi Adam, diturunkan ke bumi dan diwafatkan beliau pada hari Jumat. Terjadinya kiamat kelak juga pada hari Jumat dan pada hari Jumat ada satu saat dimana doa dikabulkan ketika orang berdoa.

Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda : “Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jum’at itu juga dia dikeluarkan dari Surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at” (HR. Muslim)

“Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta.” (HR. Bukhari, Muslim)

Sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan yang agung dan penuh keberkahan. Rasulullah menyebutnya Syahrul Adzim, Syahrul Mubarak. Kalau kita cermati hadist-hadist Rasulullah tentang Ramadhan maka kita sampai pada keseimpulan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang dahsyat tiada duanya. Maka rugilah mereka yang membiaarkan bulan ini berlalu begitu saja tanpa ada amal ibadah di dalamnya.

Maka pantaslah diantara para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad saw mereka pernah bermohon “Ya Allah seandainya Engkau ijinkan kami hidup lagi kedunia maka jadikanlah kami umat Nabi Muhammad saw” lalu Allah bertanya ” ada apa gerangan kalian ingin jadi umat Muhammad ? ” Mereka Nabi dan Rasul itu menjawab, “karena Engkau telah muliakan mereka dari umat-umat lain dengan kehadiran bulan Ramadhan”.  MasyaAllah, doa mereka tidak dikabulkan Allah. Tapi kita hari ini menjadi umat Muhammad dan berada di bulan Ramadhan. Betapa tidak bersyukurnya kita ketika Ramadhan ini kita biarkan berlalu begitu saja.

Bulan Ramadhan ada yang mengibaratkan seperti lahan yang subur. Tergantung kita semua, kalau ditanam dengan pohon dan tumbuhan  yang bermanfaat maka akan tumbuhlah buah yang manfaat dan bunga yang indah. Tapi sebaliknya jika lahan yang subur dibiarkan begitu saja maka tumbuh padang ilalang dan semak belukar yang tak bermanfaat. Barangkali inilah yang dimaksud Rasulullah dalam sabdanya “banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapat manfaat dari puasanya selain hanya lapar dan dahaga saja”.

Kita masih punya kesempatan untuk meraih kemuliaan dan keagungan Ramadhan, jangan sia-siakan umur kita. Tidak selamanya kita bersama Ramadhan. Ada saatnya kita akan berpisah dengan Ramadhan, karena kematian menjemput kita. Jangan menyesal nanti ketika sudah di dalam kubur, tak mungkin lagi kita kembali ke dunia.

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.