Mensyukuri Kemuliaan Berislam

Mensyukuri Kemuliaan Berislam

Gema, 04 Juni 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 19 Ramadhan 1439

Saudaraku, genderang peradaban sudah ditabuh, bermula dari Mekah al-Mukaramah, Arab Saudi kemudian gayung bersambut terus menerus meluas ke berbagai bangsa di banyak negara dunia ini. Ya, Islam meyediakan jalan menuju kemuliaan, Islam menawarkan harkat dan martabat kemanusiaan, Islam menjanjikan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan demikian hanya dengan berislam saja segala cita cinta dan peradaban tercipta.

Islam tidak mengenal ego kelompok, dan sektarianisne, tetapi secara terbuka menyatakan welcome bagi sesiapapun juga yang menginginkannya. Lihatlah kaum muslimin dari berbagai-bagai kalangan, baik bangsawan maupun rakyat awam, baik laki-laki maupun perempuan, para saudagar juga pedagang eceran, para pemuda juga pemudi, berkulit putih, sawo matang juga hitam dan siapapun juga. Semuanya menjadi mulia dan dimuliakan dengan Islam.

Oleh karena sudah seharusnya kita mensyukuri kemuliaan dengan memeluk Islam.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa hanya dengan Islam, kita menjadi mulia dan dimuliakan. Mengapa? Karena Islam adalah agama fitrah yang mengesakan Allah sebagai rabb sesuai dengan perjanjian primordial yang sudah diikrarkan saat di alam zuriat, jauh sebelum kelahirannya.

Allah berfirman Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, Qs. Al-A’raf 172

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Qs. Ali Imran 19

Oleh karenanya mencari keyakinan lain hanya akan merugikan diri sendiri. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Qs. Al-Baqarah 85

Kedua, memperbanyak mengucapkan alhamdulillahirabbil’alamin atas hidayah Islam yang dianugrahkan Allah kepada hamba-hamba pilihanNya.

Ketiga, mensyukuri kemuliaan bersama Islam dengan langkah konkret, seperti terus mempelajari Islam, baik dari segi doktrin ajarannya yang termaktub dalam al-Qur’an dan Hadis, maupun sosial politik dan budaya pemeluknya. Di samping itu juga berusaha mengamalkan ajaran Islam dalam semua aspek kehidupannya, sembari mengajak keluarga dan orang lain dalam ketaatan berislam.

Hanya dengan religiusitas Islam, peradaban dapat dibangun dan ditegakkan sebagaimana telah dibuktikan oleh para ulama salafu salih di Haramain, Daulah Bani Ummayah di Damaskus, Bani Abbas di Baghdad, Bani Umayah du Andalusia, Daulah Turki Usmani, Mughal India, Syafawi Persia, Aceh Darussalam.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.