Inovasi Program Zakat

Inovasi Program Zakat

GEMA JUMAT, 8 JUNI 2018

Oleh: Sayed Muhammad Husen

Cukup lama sudah amil menyalurkan zakat mal dan zakat fitrah. Pertanyaannya, perubahan apa yang kita lihat dan rasakan dari zakat yang diterima mustahik (yang berhak menerima zakat)? Sementara sering kita dengar dan baca harapan amil, hendaknya penerima zakat suatu waktu berubah menjadi muzakki (yang wajib membayar zakat). Terjadi transformasi mustahik menjadi muzakki. Tentu saja, harapan tinggal harapan apabila amil tak melakukan inovasi program zakat.

Program zakat adalah rancangan atau usaha amil dalam mendistribusikan dan mendayagunakan zakat sesuai senif yang telah ditentukan syariat Islam. Dengan program zakat yang telah dirancang oleh amil, diharapkan zakat yang disalurkan atau didayagunakan memenuhi kebutuhan mustahik. Program zakat harus memastikan perubahan mustahik ke arah produktif, bahagia dan sejahtera.

Inovasi program zakat dilakukan dalam kerangka menemukan solusi yang tepat dan efektif dalam membantu mustahik dengan cara-cara yang dirancang amil melalui berbagai kegiatan pendayagunaan zakat. Program zakat bukanlah  bagi-bagi uang zakat atau sumber daya lainnya kepada mustahik dan rutinitas keamilan semata-mata. Program zakat adalah pemecahan masalah (problem soving).

Karena itu, kita merekomendasikan amil supaya mengavaluasi kembali program zakat sebelum menyalurkan zakat tahun ini. Tidak masalah zakat fitrah disalurkan dalam bentuk konsumtif, sehingga habis digunakan oleh mustahik selama beberapa hari raya. Namun saatnya program zakat mal dirancang lebih produktif, bermanfaat jangka panjang dan transformatif. Memastikan terjadi perubahan status mustahik.

Misalnya, zakat selama ini disalurkan dalam bentuk program tahfidz Al-Quran, yaitu zakat telah berkontribusi mendukung  dan melahirkan ratusan penghafan Al-Quran. Zakat telah pula membiayai putra putri Aceh menghalaf Al-Quran selama enam tahun di beberapa ma’had tahfidz, bahkan ada yang ikut tahfidz di luar negeri. Maka inovasi program patut dilakukan amil supaya program tahfidz tidak berhenti hanya mampu menghafal Al-Quran. Program zakat mestinya juga mendukung terwujudnya sarjana tafsir dan ahlif tafsir Al-Quran. Demikian pula inovasi program lain seperti penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.