Antrian Jadwal Nikah Sepanjang Syawal

Antrian Jadwal Nikah Sepanjang Syawal

GEMA JUMAT, 29 JUNI 2018

Banda Aceh (Gema) Sempat sepi selama Ramadhan, pernikahan di Baiturrahman selama Syawal kian ramai. Menurut salah satu Staf Skretariat Masjid Raya Baiturrahman, M Nur AR, bahwa jika rata-rata ada tiga pasang saja yang langsungkan aqad nikah, maka sebulan pernikahan di masjid ini, hampir mencapai angka 100 pasang.

Pemilihan aqad nikah dan walimatul ‘urusy oleh pasangan dara baro, linto baro, dan keluarganya selama Syawal, antara lain karena memang ada beberapa dalil yang meriwayatkan, bahwa Rasulullah pernah melangsungkan pernikahan dalam bulan ke 10 dalam almanak hijriah ini. Meskipun dalam semua bulan samasama boleh menikah, semua hari boleh ijab qabul, tapi keberkahan dan kemuliaan selama Syawal, usai lebaran juga satu pertimbangan calon pengantin, sesuai riwayat.

Dalam suasana puasa enam, salah satu pasangan yang menikah dalam Masjid Raya adalah putri sulung Pengurus Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz Hafizah (IPQAH) Aceh, Drs H Mukzi Abdullah. Pernikahan yang dicatat di KUA Lueng Bata ini, ditunaikan pada sesi ketuga, pukul 10.00 WIB.

“Pernikahan sesi pertama pukul 08.00 WIB dan sesi kedua pukul 08.40 WIB. Sesekali ada yang memilih nikah libih pagi, meskipun itu di luar jadwal yang disediakan masjid. Pendaftaran beberapa bulan sebelum acara,” jelas M Nur.

H Mukzi ini, selain muazzin, qari, dan sesekali mengimami tarawih, juga beberapa kali menjadi petugas haji. Terakhir diamanahkan jadi pembimbing ibadah dalam Kloter 12 (BTJ-12), kloter gabungan Aceh dan Sumut pada 1438 H/2017.

Hadir dalam pernikahan putri Kasi Pembinaan Jamaah Haji Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil, pagi Syawalini, Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh dan jajarannya. Hadir pula dalam acara 10 Syawal 1439 H ini, Imam Besar Masjid Raya Prof Dr Azman Ismail MA, Pengurus Masjid serta para penceramahnya.

Khutbah nikah disampaikan Dr H Fahmi Sofyan MA untuk undangan dan mempelai Qaribillah Suryadi (kelahiran November 1997, alamat Tangerang) dan Raihanal Miski Mukzi Abdullah (kelahiran Juli 1996, alamat Banda Aceh).

Dalam khutbahnya, Ustaz Fahmi sampaikan bahwa dengan menjaga pandangan, satu cara hidup bahagia berumah tangga akan bisa kita raih.

“Untuk berkahnya hidup, syukuri dan nikmati rezeki yang halal saja. Jika sudah bercampur dengan yang haram, maka hidup tak bakalan tenang,” ajaknya Ahad (24/6).

Sebagaimana bisa, usai aqad nikah, ucapan selamat disampaikan jajaran Kemenag dan undangan, pada wali nikah H Mukzi dan keluarga, serta pada mempelai (yang linto baro-nya sedang tuntaskan pendidikannya di Timur Tengah itu).

“Semoga sakinah, mawaddah wa rahmah,” doa hadirin dan hadirat pass mempelai, dalam acara di Masjid Raya Baiturrahman, yang dilanjutkan kenduri di kediaman dara baro, di kawasan Batoh, dekat boarding school SMA Fajar Harapan. Yakub

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.