Mari Jaga Ketertiban Parkir Masjid Raya!

Mari Jaga Ketertiban Parkir Masjid Raya!

GEMA JUMAT, 29 JUNI 2018

Masjid Raya Baiturrahman  memiliki tempat parkir bawah tanah dengan kapasitas 254 mobil dan 354 sepeda motor. Tarifnya Rp 3.000 setiap mobil dan Rp 2.000 setiap sepeda motor. Biayanya  terbilang sangat murah karena fasilitasnya yang mewah dan terjamin keamanannya.

Saat memasuki basement, petugas parkir akan langsung mengarahkan jamaah masjid ke area kosong. Di area parkir, pengendara tinggal mencari lokasi parkir yang cocok dan mengikuti petunjuk. Tidak jauh dari pintu masuk terdapat toilet, tempat wudu, dan tempat penitipan sandal. Kemudian jemaah bisa berjalan kaki menuju masjid. Selain bisa menikmati kemewahan basement masjid maupun di atasnya, tentunya berjalan kaki menyehatkan.

Jemaah seyogianya memarkirkan kenderaannya di tempat yang telah disediakan. Memarkirkan kenderaan di sekililing masjid akan membuat jalan semrawutan dan macet. Sebagai seorang muslim yang baik kita harus senantias menjaga ketertiban. Salah satu jemaah Masjid Raya Muhammad Dirhamsyah mengatakan, lokasi parkir di basement itu sudah seperti tempat parkirnya hotel mewah.

“Fasilitas parkir Masjid Raya sangat nyaman sebagai akses beribadah di masjid,” ungkap Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry yang diperbantukan dari Universitas Syiah Kuala ini kepada Gema Baiturrahman, Kamis (28/6) di Banda Aceh usai menghadiri acara

pernikahan di Masjid Raya.

Katanya, apabila pengunjung masjid semakin banyak maka semakin baiknya pemasukan masjid dari biaya parkir. “Apalagi kalau ditambah manajemen pengelolaan yang baik berbasiskan teknologi, seperti kartu parkir di hotel mewah,” imbuhnya.

Ia mengharapkan adanya area parkir khusus bagi para ulama yang mendatangi Masjid Raya. Kepada petugas parkir ia juga berharap agar tetap melaksanakan salat jemaah meskipun di tengah kesibukannya itu.

Salah seorang petugas parkir Mahyudar mengatakan, maghrib Minggu dan Jumat merupakan hari paling ramai jemaah yang memarkirkan kenderaan di sana. Kalau Jumat area parkir penuh mengingat banyaknya jemaah Salat Jumat. Pendapatan dari parkir tersebut dimasukkan ke dalam kas masjid.

Di lokasi parkir terdapat parkir VVIP. Area itu dikhususkan kepada tamu penting yang datang. Jemaah diharapkan tidak memarkirkan kenderaannya di sana. “Kita sangat mengharapkan kesadaran jemaah untuk memahaminya,” ujarnya.

Ketertiban parkir mesti dijaga bersama. Jemaah diharapkan memarkirkan kenderaan sesuai arahan petugas. Misalnya dengan memarkirkan mobil searah. Sementara itu di lokasi parkir sepeda motor, pengendara diminta menjaga karcis parkir. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, jemaah yang kehilangan karcis harus mampu menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Kepada sesama petugas parkir, Mahyudar mengingatkan agar mereka bersabar dalam bekerja. Mereka diharapkan bekerja sepenuh hati dan berusaha melayani jemaah sebaik mungkin. “Memang terkadang suara kita petugas parkir agak besar. Itu bukan marah, melainkan bertujuan agar dapat didengar pengendara,” sambungnya.

Hal senada disampaikan Kepala Sekretariat Masjid Raya Baiturrahman Drs H Hamdan Syamsuddin. Ia mengharapkan jemaah mematuhi instruksi dari petugas parkir. Ketentuan yang mereka jalankan bertujuan agar lokasi parkir masjid tertib dan terjaga keamanan maupun keamanannya.

Sampai saat ini, pihak Masjid Raya terus menjaga kebersihan area parkir. Seyogianya jemaah tidak membuang sampah sembarangan. “Buanglah sampah pada tempatnya agar jemaah tetap merasa nyaman karena lokasi parkir yang bersih,” lanjutnya.

Ia menambahkan, jemaah tidak boleh memarkirkan kenderaannya di sana selama 24 jam. Parkir masjid mulai dibuka pukul 8 pagi dan ditutup pukul 10 malam. Penutupan dapat dilakukan lebih telat apabila ada kegiatan di masjid seperti zikir atau kegiatan lainnya. Zulfurqan

 

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.