Mensyukuri Berkah Malam

Mensyukuri Berkah Malam

Gema, 29 Juni 2018

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah Yaumul Bidh Ke-3, 15 Syawal 1439

Saudaraku, karena manusia pada unumnya beraktivitas di siang hari sehingga dijenal sebagai makhluk siang hari, maka ketika malam tibalah saatnya untuk istirahat.

Perhatikanlah bagaimana situasi dan keadaan yang sangat kondusif untuk istirahat. Udara dan semilir angin yang dingin merasuk, gelapnya malam bagaikan selimut yang nenutupi, bunyi-bunyian yang bersahutan dari suara hewan, burung atau serangga bagaikan musik yang mengantarkan tidur insani dan alam sekitar seolah membisu menciptakan keheningan malam nan syahdu. Di samping itu, secara internal, diri manusia juga perlu mengistirahatkan dirinya setelah seharian beraktivitas memenuhi hajad kehidupannya.

Oleh karenanya, kita menjadi mengerti mengapa tuntunan nornativitas juga menghendaki hal yang sama, yakni siang beraktivitas dan malam beristirahat. Perhatikanlah! Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan (QS.Al-Naba’:11). Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash:73).

Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan…” (QS. Al-An’am: 60).

Dan Dialah yang menjadikan untuk kamu malam sebagai pakaian dan tidur sebagai pemutus dan Dia menjadikan siang untuk bertebaran”.(Al-Furqan:47)

Allahlah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang…” (QS. Al-Mu’minun: 61)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Al-Ruum: 23)

Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An-Naml:86).

Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.” (QS. Yunus: 67).

Oleh karenanya sudah selayanya kita mensyukuri keberkahan malam hari yang disediakan Allah bagi sesiapapun yang dikehendakiNya.

Pertama meyakini sepenuh hati bahwa malam hari diciptakan oleh Allah untuk kemaslahatan manusia, yakni agar beristirahat, menetralisir demi keseimbangan diri.

Kedua memperbanyak mengucapkan alhamdulillahirabbil ‘alamin atas segala karunia yang Allah anugrahkan kepadanya, sehingga di jelang malam sebelum istirahatnya bisa berkumpul, berdiskusi, bermusyawarah bersama keluarga, suami atau istrinya dan anak-anaknya.

Ketiga mensyukuri keberkahan malam hari dengan perbuatan nyata, seperti memanfaatkannya untuk beristirahat, sehingga dapat mengembalikan kebugaran setelah seharian beraktivitas mencari nafkah dan rezeki yang halal dan baik. Akhlak Islam menuntun agar kita dapat mempercepat tidur setelah penunaian shalat Isya (dianjurkan tidak melampaui sekitar pukul 22.00), agar bisa cepat bangun di sepertiga terakhir di dini hari untuk menegakkan shalat malam, dzikir, berdoa, membaca buku, menulis artikel, iktikaf sembari menanti saat fajar untuk shalat sunat rawatib sebelum subuh dan shalat subuh berjamaah.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.