Dakwah Salah

Dakwah Salah

GEMA JUMAT, 6 JULI 2018

oleh: Murizal Hamzah

Para pengemar si kulit bundar di Indonesia sanggup bergadang sepanjang malam. Laki dan perempuan bersorak-sorak ketika tim yang didukung menang. Sebaliknya penonton terduduk lesu ketika timnya gagal mencetak gol. Begitulah suasana malam selama bulan Syawal atau Juni-Juli 2018.

Piada Dunia di Rusia menyatukan perbedaan agama, etnik, warga negara dan sebagainya. Maka ada sebutan bola kaki adalah tuhan baru. Di sisi itu Piala Dunia 2018 kita saksikan penonton Jepang yang membersihkan tempat duduk setelah pertandingan. Pesan yang disampaikan kepada dunia bahwa mereka warga yang suka bersih. Jepang mendapat iklan gratis dari publikasi yang dimuat di seluruh dunia.

Bola kaki bukan sekedar olah raga adu kekompkan tim. Bola kaki menyatukan perbedaan ideologi  politik pada tim favoritnya. Jika bola kaki bisa menyampaikan pesan perdamaian atau dakwah, maka hal itu telah dilakukan oleh pemain bola kaki Mohamed Salah yang berasal dari Mesir.

Aktivitas Salah  menjadi viral di dunia sepakbola. Pasalnya, dia berhasil mengantar Liverpool kembali ke masa-masa jayanya usai lolos ke Final Liga Champions pada musim ini. Salah telah mengumpulkan beberapa gelar individu pada musim ini, di antaranya  pemain terbaik di Inggris musim ini versi asosiasi pesepakbola profesional Liga Inggris, Pemain terbaik tahunan versi asosiasi pemain profesional (PFA), dan yang terbaru meraih Golden Boot atau pencetak gol terbanyak Liga Premier Inggris musim ini.Pemuda berambut kriting itu telah mencetak 43 gol di semua kompetisi.

Apa dakwah Salah? Antara lain setelah mencetak gol, Salah sujud dan mengacungkan jari telunjuknya ke atas langit, seraya bersyukur kepada Allah SWT. Akibatnya, ada fans Liverpool yang tertarik untuk belajar Islam.  Sosok Salah dianggap sebagai duta Islam yang bisa menyapa publik Inggris yang menaruh curiga terhadap siapa pun beridentitas Islam.

Salah adalah kisah kegigihan yang datang dari pinggiran kemudian hijrah ke daratan yang kosmopolit. Inggris membuka ruang bagi pengembangan talenta dengan ganjaran sepadan. Penerimaan Salah yang muslim mereduksi persepsi negatif tentang Inggris yang memusuhi Islam secara keseluruhan.  Salah adalah sosok yang tidak lupa kampung halaman dengan membangun sekolah dan rumah sakit di daerah asalnya Nagrig, Gharbia atau berjarak 80 mil dari Kairo, ibukota Mesir.

Salah telah membuka mata warga yang anti Islam untuk memahami Islam secara benar. Dalam sudut syiar, cara Salah adalah model paling efektif menyapa publik Barat yang menutup diri dari Islam karena kampanye massif kelompok teror dan kelompok garis keras. Mereka mengkampanyekan tafsir fiqih yang keras daripada nilai tasawwuf.

Padahal untuk mendekati yang anti Islam dan belum tahu Islam perlu didekati secara berjenjang mengikuti gaya Nabi Muhammad yang menggugah hati para pembencinya dengan akhlak baik.   Dakwah dalam arti sederhana adalah menyapa mereka yang jauh agar mendekat dengan contoh. Ketika medan dakwahnya adalah masyarakat Inggris yang rasional maka cara etika baik dalam kehidupan sehari-sehari.

Salah melawan islamophobia tidak dengan berkoar-koar dan mencaci maki, tetapi melalui kebersahajaan, kesederhanaan, dan skill-nya yang apik dalam mengover bola.

Ada persepsi muslim yang berjenggot selalu dicurigai sebagai teroris. Salah yang memiliki cambang dan jenggot  mampu membuat masyarakat Barat merenungkan kembali label negatif yang selama ini selalu mereka sematkan kepada orang muslim.

Kita berharap Salah dapat menginspirasi lahir generasi Salah baru lainnya yang dapat menjadi bintang sepakbola dunia dan pendakwah di lapangan hijau. Salah mengajarkan bahwa Islam harus  didakwahkan dengan sikap kesederhanaan yang ditunjang karya dan prestasi, bukan dengan cacian, umpatan, dan kekerasan.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.