Mengambil I’tibar Cerita Al-Qur’an

Mengambil I’tibar Cerita Al-Qur’an

GEMA JUMAT, 13 JULI 2018

Khutbah DR. H. A. Mufakhir Muhammad, MA, Penceramah Masjid Raya Baiturrahman

Alllah berfirman: Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS Yusuf: 111)

Al-Qur’an adalah kalamullah atau firman-firman Allah yang diwahyukan atau diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril yang disimpan kedalam hati untuk menjadi petunjuk dan hidayah dalam menyampaikan dakwah dan risalah Allah Azzawajalla.

Kandungan Al-Qur’an berisi ayat-ayat ahkam atau ayat-ayat hukum yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an. Ayat Al-Qur’an juga berisi ayat-ayat tentang aqidah, akhlaq dan tasawuf, ayat tentang politik dan siyasah, ayat-ayat tentang alam semesta atau ayat-ayat kauniyah. Al-Qur’an mengandung Al-Qashas Fil Qur’an atau cerita-cerita yang ada didalam kitab suci Al-Qur’an. Kisah dan cerita yang diceritakan oleh Allah di dalam Al-Qur’an menjadi i’tibar, pelajaran dan suri tauladan dalam kehidupan setiap insan di alam ini. Dibagian akhir surat Yusuf, Allah berfirman, bahwa sesungguhnya dalam kisah para Nabi dan Rasul serta kaum dan umat mereka terdapat i’tibar, baik dalam perintah maupun larangan Allah SWT.

Dalam kisah Nabi Nuh AS, Allah telah menyelamatkan Nabi Nuh AS beserta orang-orang yang beriman kepada Allah, dan menenggelamkan orang-orang yang kufur kepada Allah SWT. Dalam kisah Nabi Hud dan Nabi Saleh AS, Allah menyelamatkan keduanya dan orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. Negeri Iram atau Ubar telah dimusnahkan oleh Allah SWT, karena penduduknya ingkar kepada Allah, angkuh dan takabbur serta sombong karena kepintarannya dan lupa kepada Allah SWT.

Allah telah menyelamatkan Nabi Syu’aib AS beserta orang-orang yang beriman kepada Allah, dan telah memusnahkan orang-orang yang ingkar dan kufur, pedagang yang tidak jujur juga telah dihancurkan dan dimusnahkan oleh Allah Azzawajalla. Dalam cerita Al-Qur’an Allah telah menyelamatkan Nabi Musa dan Harun, dalam menyampaikan risalah dan dakwah untuk menegakkan kalimah Allah SWT. Dan Allah membinasakan Qarun, Fir’aun dan Haman karena kesombongannya, kezaliman dan keangkuhan mereka.

 

Semoga cerita-cerita yang dikisahkan didalam Al-Qur’an, kita dapat mengambil i’tibar dan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Allah ceritakan kisah Nabi Luth AS, yang kaumnya ingkar kepada Allah, pelaku liwath, homoseksual dan sodomi beserta kejahatan-kejahatan lainnya. Semoga tidak ada umat Islam yang beriman meniru perbuatan durjana dan hina itu.

Allah juga menceritakan kisah Nabi Yusuf AS dalam Al-Qur’an, agar umat Islam yang beriman dapat meniru kepemimpinan Nabiullah Yusuf AS. Yusuf adalah seorang pemimpin yang Hafidhun ‘Alim, jujur dan professional, cerdas dalam menjaga diri dari semua maksiat, baik itu maksiat dalam harta, wanita dan tahta. Maka marilah kita memohon kepada Allah SWT, agar kita senantiasa dapat mengambil pelajaran, i’tibar dan suri tauladan pada para Nabi dan Rasul pilihan Allah SWT.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.