Rasuah 

Rasuah 

GEMA JUMAT, 13 JULI 2018

oleh:  Murizal Hamzah
Tidak ada daerah miskin dan tidak ada orang miskin. Yang ada pemimpin yang gagal mengelola atau mengerahkan daerah dan warganya. Mungkin Anda pernah mendengar pernyataan yang menghentak tersebut. Sebut saja, Jepang memiliki wilayah yang mayoritas pegunungan, tidak cocok untuk pertanian tetapi nomor dua dalam ekonomi dunia. Mengimpor bahan mentah dari seluruh dunia dan mengekspor produk manufaktur.

Setali dengan Jepang, Swiss tidak menanam coklat tetapi menghasilkan cokelat terbaik di dunia.  Negara kecil ini hanya mengolah tanah selama empat bulan dalam setahun dan memproduksi produk susu terbaik.  Tantangan menjadi peluang membuat warga bekerja cerdas.

Contoh terdekat di depan bibir yakni Singapura negara sebesar lubang hidung manusia itu tidak memiliki sumber kekayaan alam seperti Indonesia.  Mereka tidak dianugerahi alam yang melimpah-ruah. Faktanya, warga negara itu lebih makmur daripada warga Indonesia.  Kita bisa berkelit, warga negara itu hanya beberapa juta dan luas negara itu hanya seujung kuku dibandingkan luas Indonesia. banyak alasan untuk mengelak dengan menyalahkan pihak lain.

Di sisi lain ada pertanyaan, apakah memiliki dana yang melimpah menjadikan warga tidak menjadi generasi pengemis yang menadah tangan dengan wajah tertunduk? Semestinya dengan dana yang dikelola dengan jujur, amanah,  dan carong akan mengantar umat ke gerbang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr?

Sebut saja, Aceh sudah menerima uang otsus trilunan. Sekadar catatan sejak  2008-2018, Pemerintah Aceh telah menerima dana otsus yakni Rp 65,09  triliun. Tahun 2018, dana otsus tercatat Rp 7,9 triliun. Tahun 2017 dana otsus Rp 8 triliun.  Diperkirakan hingga 2027 (tahun terakhir terima uang otsus), total otsus yang diterima Aceh yakni Rp 163 triliun.  Apakah dana yang triliunan ini bikin warga Serambi Mekkah makmur? Ternyata hal ini berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat.

Data BPS Provinsi Aceh per September 2017 mencatat, angka kemiskinan di Tanah Rencong mencapai 15,92 persen (829 ribu orang). Ini menempatkan Aceh secara nasional berada di urutan ke-6 sebagai provinsi termiskin. Rangking pertama provinsi termiskin yaitu Papua dengan persentase penduduk miskin 27,76 persen, disusul Papua Barat 23,12 persen, NTT 21,38 persen, Maluku 18,29 persen, Gorontalo 17,14 persen, Aceh 15,92 persen, Bengkulu 15,59 persen, dan NTB 15,05.

Mengapa warga sebuah wilayah bisa mayoritas miskin harta? Salah satu faktornya orang- yang terlibat yang menerima amanah berperilaku mental pencuri atau perampok. Dengan kata lain mereka yang dititip kepercayaan sebagai wakil rakyat atau ulil amri tanpa malu melakukan rasuah karena serakah, tidak percaya kepada Allah dan sebagainya.

Anggota legislatif, eksekutif, dan yudikatif yang berjiwa mental pancuri tujoh itu akan membunuh cita-cita umat menjadi makmur. Pasalnya tabiat serakah, dan nasfu birahinya untuk menguasai harta dan tahta akan mengilas nilai-nilai tauhid yang mesti terpatri di lubuk hati setiap hamba-Nya. Rasuah terjadi karena ada niat, kesempatan, penegak hukum yang loyo dan penduduk yang membiarkan karena takut melapor. Ketika mereka — siapa pun — menjadi koruptor, pada waktu bersamaan yang bersangkutan sudah mengingkari sumpah jabatan padahal dilakukan di bawah kitab suci Quran.

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) hartamu itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari pada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188).

Kepada mereka yang sudah terbukti menjadi perampok uang rakyat di pengadilan yang jujur baik yang dilakukan oleh pejabat, pengusaha atau  warga sipil wajib meminta maaf kepada warga dan mengembalikan harta haram miliknya kepada uamt sebagai pemilik sah. Mari kita kawal bersama agar maling-maling berdasi yang rajin sebar senyum sambil menguras uang rakyat tidak terjadi lagi terutama di Negeri Syariat Islam.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.