Arti sebuah Pengorbanan

Arti sebuah Pengorbanan

GEMA JUMAT, 27 JULI 2018

Pengorbanan tertinggi manusia adalah mengikhlaskan sesuatu yang sangat dicintai semata-mata untuk dan karena Allah SWT, meskipun sesuatu itu telah lama dinantikan dan baru saja didapatkannya. Hal ini bisa kita ambil pelajaran dari kisah keikhlasan jiwa besar Nabi Ibrahim AS, Ia  telah lama berdoa dan menantikan kehadiran seorang putra, namun ketika putra yang telah lama dinantikan itu, malah justru datang perintah dari Allah SWT, untuk menyembelih putranya sebagai qurban. Ia pun ikhlas menerimanya. Dan dari itu semakin diangkatlah derajatnya di mata Allah swt.

Nabi Ibrahim AS adalah sang promotor yang mengajak umat manusia untuk mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarganya demi untuk kepentingan yang lebih luas atas dasar kebenaran (agama) sehingga Ia pun tanpa ragu, tanpa menunda-nunda, langsung dengan ikhlas menuruti (Kebenaran) perintah Allah swt untuk menyembelih putranya,

Ia bersikap mengedepankan kepentingan agama dan untuk umat, meski harus mengorbankan putranya. Meskipun akhirnya putranya tidak jadi disembelih, karena Allah SWT mengutus malaikat untuk menggantikan Nabi Ismail AS dengan domba untuk disembelih.

Faktor yang menjadi pijakan ibadah qurban, setidaknya ada dua hal, pertama untuk mengenang kebesaran jiwa antara seorang ayah yang bernama Nabi Ibrahim AS yang sangat berjiwa besar dan ikhlas rela mengorbankan kpentingan pribadi dan keluarganya. Kedua, mengenang kesabaran dan ketaatan  Sang anak (Ismail as) yang ikhlas mau disembelih sebagai qurban oleh ayahnya dengan landasan kebenaran Firman Allah swt. Semoga kisah yang diabadikan al-Quran ini menjadi landasan yang dapat memotivasi kita untuk berqurban. dbs

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.