Nilai-nilai yang Terkandung dalam Ibadah Haji

Nilai-nilai yang Terkandung dalam Ibadah Haji

GEMA JUMAT, 27 JULI 2018

Khatib: Tgk Salman Abdul Muthalib

Haji merupakan salah satu ajaran Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Kewajiban menunaikan ibadah haji dapat dilihat dari ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis Nabi. Sama seperti ibadah lainnya, ibadah haji memiliki syarat dan rukun tertentu, hanya saja pelaksanaan ibadah ini hanya dapat dilakukan di tanah suci Makkah al-Mukarramah.

Dalam beberapa ayat, penyebutan kata-kata haji ditempatkan pada urutan terakhir setelah salat, puasa, zakat, baru kemudian disebut haji. Penempatan haji pada bagian akhir ini seolah-olah memberi sinyal bahwa ibadah seorang muslim akan sempurna jika ia telah mampu menunaikan ibadah haji.

Jutaan muslim setiap tahun menunaikan haji, berkeliling Ka’bah sebagai arah kiblat umat Islam seluruh penjuru bumi. Keagungan Ka’bah inilah yang menjadi magnet dan setiap saat menarik hati umat Islam untuk mendatanginya. Betapa setiap muslim memiliki cita-cita dan keinginan untuk menunaikan ibadah haji, ada yang mengumpulkan hartanya bertahun-tahun baru ia sanggup mendaftar haji. Bahkan sekarang setelah mendaftar haji rela antrian puluhan tahun menunggu jatah keberangkatan haji. Begitulah kekuatan magnet yang dimiliki ibadah haji selalu menggugah hati umat Islam untuk menunaikannya.

Meskipun Tuhan telah menjelaskan bahwa hanya orang yang mampu diwajibkan melaksanakan haji, tetapi setiap muslim, miskin atau kaya, mampu atau tidak, tetap memiliki hasrat dan cita-cita untuk menunaikan haji. Perlu biaya yang cukup untuk berangkat ke sana, badan yang sehat, banyak pantangan yang harus dihindari ketika haji, tetapi setiap muslim tetap punya niat untuk menunaikannya.

Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 197: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (mengucapkan kata-kata kotor), berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.”

Hamba Allah yang mulia, mengapa muslim begitu tertarik untuk menunaikan haji? Dari segi sejarah, Alquran menuturkan bahwa Ka’bah adalah tempat ibadah pertama yang dibangun di bumi ini.

Allah berfirman dalam surat Ali Imran 96: “ Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Di sana terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Ada beberapa nilai yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah haji.

Pertama, persamaan antar sesama manusia

Ibadah haji memberi makna tersendiri bagi setiap muslim, jutaan umat berkumpul dengan pakaian yang sama, tidak tampak perbedaan antara yang kaya dan miskin, hitam dan putih, semuanya sama. Ini menunjukkan bahwa semua manusia di hadapan Allah adalah sama, hanya amal dan ketaqwaannya yang membedakan antara mereka. Hal ini sejalan firman Allah dalam surat al-Hujurat ayat 13:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim, Nabi bersabda: “Allah tidak meilhat rupa dan kekayaan kalian, yang dinilai hanya hati dan amal kebajikan.”

Kedua, persatuan yang kuat

Haji sebagai ajang saling mengenal sesama muslim dari berbagai belahan bumi, menunjukkan suatu ikatan emosional yang kuat di antara muslim. Muslim datang dari berbagai negara dan benua yang berbeda, mendatangi Ka’bah yang selama ini mereka menghadap ketika menyembah Allah. Ini semua menunjukkan adanya ikatan persatuan yang kuat, ikatan yang tak pernah putus sepanjang masa, hubungan emosional yang sangat dalam.

Persatuan umat Islam digambarkan dalam Alquran dan hadis Nabi, Allah berfirman dalam Surat al-Hujurat ayat 10: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara Mereka.”

Nabi Muhammad menggambarkan hubungan antara sesama muslim itu bagaikan satu bangunan yang saling mengikat. Bahkan dalam hadis yang lain digambarkan bahwa hubungan antara sesama muslim bagaikan satu tubuh, jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka semua bagian tubuh lainnya ikut merasakan sakit. Begitulah gambaran ikatan sesama muslim, persaudaran yang harus dijaga, meskipun suku kita berbeda, asal kita berjauhan, tetapi Islam mempererat hubungan sesama muslim.

Ketiga, rendah hati

Memakai dua helai kain ihram ketika melaksanakan ibadah haji memiliki makna yang sangat dalam, dimana kita tanggalkan semua kemewahan, yang dipakai hanya dua helai kain putih, untuk mengingatkan agar kita memiliki sifat rasa rendah diri, tidak angkuh, sombong, congkak. Sebab sombong dan congkak adalah perilaku iblis yang ingkar kepada Allah.

Dalam surat Luqman ayat 18 Allah berfirman: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Dua helai kain putih yang kita pakai juga akan mengingatkan kita suatu saat nanti, ketika Allah memanggil kita untuk selama-lamanya. Kita akan dimandikan, dikafan dengan kain putih dan selanjutnya dikuburkan. Kita tidak membawa apapun kekayaan yang kita miliki. Saat itu hanya amal yang dapat membantu kita ketika berhadapan dalam persidangan Allah pada hari akhir nanti.

Dari beberapa nilai yang terkandung dalam ibadah haji ini, mari kita perkokoh persaudaraan sesama muslim, jangan pernah tergoyahkan oleh propaganda-propaganda orang lain yang ingin mencerai-beraikan kita, kita kuatkan persatuan dan persaudaraan, hilangkan prasangka buruk terhadap saudara kita yang muslim, sehingga persatuan dan persaudaraan sesama muslim tetap terjaga sepanjang masa.

Di samping itu, mari kita duduk sama rendah, berdiri sama tegak, tidak perlu muncul dibenak kita bahwa kita lebih baik dari orang lain, kita lebih mulia dan hebat dari orang lain, karena jabatan yang kita miliki, ilmu, harta, keluarga, bukanlah jaminan yang akan mengantarkan kita ke surga, hanya amal kebajikan yang Allah jadikan penolong kita di akhirat nanti.

Semoga Allah selalu melindungi kita dari gangguan-gangguan yang meretakkan persatuan sesama kita, Allah mengampuni dosa-dosa kita, dan manjadikan kita penghuni SurgaNya di hari akhir nanti.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.